Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH akan menaikkan anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) dari Rp19 triliun pada tahun ini menjadi Rp38 triliun di 2019.
Kendati mengalami peningkatan, jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) akan tetap sama dengan tahun sebelumnya yakni Rp10 juta.
Menteri Sosial Agus Gumiwang menjelaskan penambahan anggaran itu hanya mengubah skema pemberian manfaat, bukan mengubah angka penerima manfaat.
"Tahun depan kami memulai sistem non-flat. Jadi, KPM yang memiliki satu anak, akan mendapatkan manfaat yang berbeda dengan yang memiliki tiga anak. Kalau sekarang kan flat, berapapun anaknya, dapatnya tetap Rp1,8 juta per tahun," jelas Agus di Jakarta, Selasa (11/12).
Komponen-komponen seperti itu yang menjadi pertimbangan dalam meningkatkan alokasi anggaran PKH.
"Kami lihat dari kebutuhannya, apakah penerimanya lansia, memiliki balita atau keluarga yang mengidap disabilitas dan sebagainya," lanjut Agus.
Ia mengatakan tim pendamping dari Kemensos telah selesai melakukan pendataan komponen-komponen tersebut sehingga dana PKH bisa langsung disalurkan pada awal tahun depan.
Dengan adanya perubahan skema itu, setiap KPM bisa saja menerima manfaat hingga maksimal Rp4 juta per tahun.
Agus berharap, penambahan anggaran PKH dapat mempercepat pengurangan angka kemiskinan di Indonesia.
Hingga awal Desember, realisasi penyaluran PKH sudah mencapai 97%.
Pembangunan infrastruktur yang masif membuat penyaluran sepanjang tahun ini berjalan dengan baik bahkan hingga ke daerah terpencil.
Adapun, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dalam musim politik menjelang pemilihan umum seperti saat ini, banyak pihak yang dengan mudah mengatakan akan membantu masyarakat kecil.
Tetapi mereka tidak mencermati bahwa dalam merealisasi janji itu dibutuhkan program sangat detail.
"Ini yang pemerintah sudah lakukan. Kita data keluarga miskin by name by address. Sehingga keluarga yang termasuk kelompok pendapatan terbawah memiliki kesempatan. Anak-anak mereka bisa mendapat akses pendidikan dan kesehatan. Kita bisa potong tali kemiskinan antar generasi," tandasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved