Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KERJA sama antara pemerintah dan swasta didukung kolaborasi kemitraan internasional mutlak diperlukan untuk mendorong kemajuan pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Surya Darma menyampaikan hal itu dalam diskusi panel bertemakan Low emission development implementation yang digelar di Paviliun Indonesia dalam Konferensi Iklim COP 24 UNFCCC di Katowice, Polandia, Jumat (7/12).
“Investasi dalam bidang energi terbarukan selayaknya menjadi prioritas karena sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menurunkan emisi karbon,” papar Surya.
Saat ini, 98% pasokan energi berasal dari bahan bakar fosil. Untuk memenuhi kebutuhan energi, pemerintah juga melakukan impor sebesar 25% dari total kebutuhan energi dengan nilai mencapai 365 juta barel setara minyak (boe/barrel of oil equivalent). Sementara itu, potensi energi terbarukan Indonesia sangat besar, 442 Gw, tetapi baru dimanfaatkan sebesar 2%, atau 9,32 Gw.
Menurut Surya, kebutuhan listrik akan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2015, kebutuhan sebesar 51 Gw, 2025 sebesar 135 Gw, dan pada 2050 mencapai 444 Gw.
“Peluang investasi terbuka. Diperlukan kebijakan dan regulasi untuk mempercepat pencapaian tingkat pemanfaatan energi terbarukan dalam bauran energi nasional,” jelas Surya.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Pembiayaan Kemenko Perekonomian Rizal Edwin Manansang menyampaikan kerja sama bilateral pemerintah Indonesia dan Jepang melalui join crediting mechanism (JMC). Upaya itu bertujuan mendorong keterlibatan perusahaan swasta dalam proyek-proyek rendah emisi.
Edwin mengakui perlunya perubahan paradigma menuju pembangunan rendah emisi. Pasalnya peluang penurunan emisi terbesar di sektor kehutanan, sedangkan produksi emisi terbesar dari sektor energi dan industri.
Paviliun Indonesia yang terletak di area E, Spodek Arena, menggelar rangkaian diskusi panel yang menyajikan tema-tema mengenai upaya menghadapi perubahan iklim dengan pembicara dari pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat. Hari ini digelar diskusi panel yang menghadirkan Menteri PPN/Ketua Bappenas Bambang Brodjonegoro sebagai keynote speaker. (X-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved