Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SAWAHLUNTO, Sumatra Barat, memang memiliki sejarah kelam dengan kisah orang rantai, yakni para pekerja tambang batu bara yang mengalami tangan dan kaki diikat rantai pada masa penjajahan kolonial Belanda.
Namun, kini Sawahlunto tengah gencar mengembangkan diri menjadi destinasi warisan budaya dengan visi menjadi kota tambang yang berbudaya pada 2020. Sawahlunto juga berupaya mendapat status warisan dunia (world heritage) dari UNESCO.
“Kita saat ini sedang gencar membangun Sawahlunto menuju kota wisata tambang yang berbudaya. Maka dari itu, kami melakukan berbagai macam hal seperti merevitalisasi bekas tambang, membuat museum kereta api, merevitalisasi gudang ransum yang dulunya
menjadi gudang untuk membuat makanan yang akan diberikan kepada orang rantai,” ujar Zohirin Sayuti, Wakil Wali Kota Sawahlunto, pada pembukaan seminar dan pameran Sawahlunto yang diadakan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Depok, Rabu (512)
Ia menjelaskan, saat ini Sawahlunto memiliki total 119 cagar budaya yang 74 di antaranya merupakan bangunan cagar budaya. Selain itu, Sawahlunto memiliki 53 sanggar kesenian yang tidak hanya melalangbuana di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Sawahlunto juga sering menggelar acara berbasis budaya, salah satunya Sawahlunto Internasional Songket Carnival (Sisca).
Seminar dan pameran yang digelar 3-7 Desember 2018 itu menjelaskan bagaimana Sawahlunto yang dulunya identik dengan sebuah tambang batu bara mencoba bangkit dengan mengangkat segala potensi yang ada. Seperti membangun museum serta membangkitkan kesenian dan budaya.
Salah satu hal yang diangkat ialah Mak Itam. Kereta api itu berasal dari era masa lampau yang digunakan untuk mengangkut batu bara dari tambang menuju Pelabuhan Emmahaven yang sekarang dikenal dengan Pelabuhan Teluk Bayur. (Des/H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved