NH Dini Tutup Usia, Linimasa Berduka

Astri Novaria
04/12/2018 19:17
NH Dini Tutup Usia, Linimasa Berduka
()

KABAR duka menyelimuti dunia sastra Tanah Air. Penulis senior, Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin atau yang akrab disebut NH Dini meninggal dunia, Selasa (4/12) pada pukul 16.00 WIB di RS Elizabeth Semarang.

Linimasa Twitter pun berduka atas kepulangan NH Dini, salah satunya adalah sastrawan Goenawan Mohamad. Melalui akun Twitter-nya, ia mendoakan agar NH Dini beristirahat dalam damai. "Wafat, Nh.Dini. Kabar yg saya terima karena kecelakaan mobil. Novelis kelahiran 1936 ini sastrawan terkemuka dari generasi yg muncul pertama kali di majalah Kisah. Karyanya: Pada Sebuah Kapal, Namaku Hiroko. Semoga ia beristirahat dalam damai," cuitnya.

Baca juga: Novelis NH Dini Berpulang

Pemilik akun Twitter @pinkpotat0 juga mencurahkan rasa kehilangannya. "Dua minggu yang lalu pertama kali bertemu NH Dini. Orangnya betul betul baik dan keadaan beliau masih sehat dengan usianya, saya kira mungkin suatu hari nanti bisa bertemu kembali. Tapi Tuhan berkata lain hari ini. Rest in peace bu," cuitnya.

Senada dengan pemilik akun @putrinoorjehan. Ia mengaku baru saja kemarin meminjam salah satu novel karya NH Dini yang berjudul Pada Sebuah Kapal di Perpustakaan Daerah. "Selamat jalan Bu, nama dan karyamu akan selalu abadi," tulisnya.

Rencananya, jenazah NH Dini akan disemayamkan di Wisma Lansia Harapan Asri Kota Semarang. Jenazah akan dikremasi di pemakaman Kedungmundu Semarang, Kamis (5/12) besok.

NH Dini dianggap sentral sebagai pelopor suara perempuan pada tahun 1960-1980-an, di mana belum banyak perempuan Indonesia memutuskan menjadi penulis. Penghargaan dari Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2017 di Bali menambah deretan penghargaan yang pernah diterimanya seperti Hadiah Seni untuk Sastra dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1989), Bhakti Upapradana Bidang Sastra dari Pemerintah Daerah Jawa Tengah (1991), SEA Write Award dari Pemerintah Thailand (2003), Hadiah Francophonie (2008) dan Achmad Bakrie Award bidang Sastra (2011).

Dini sudah rajin menulis sejak duduk di kelas 3 Sekolah Dasar. Karrnya dalam dunia penulisan Tanah Air dimulai saat dirinya mengirim sajak untuk program "Prosa Berirama" yang disiarkan Radio Republik Indonesia, sebelum kemudian menjajal peruntungan membuat cerita pendek untuk majalah wanita Femina. (Ant/OL-6)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya