Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KONFERENSI Perubahan Iklim PBB atau biasa dikenal COP 24 United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) secara resmi dibuka Presiden COP 24 Michal Kurtyka di Katowice, Polandia, kemarin. Indonesia siap menunjukkan perannya dalam konferensi itu.
Implementasi Paris Agreement yang disepakati pada 2015 akan menjadi isu utama dalam COP 24. Presiden Polandia Andrzej Duda pun menekankan pentingnya pelaksanaan Paris Agreement itu. "Saya harap kita mendapatkan kesepakatan di COP kali ini dalam bentuk Katowice Rulebook," ujar Duda dalam sambutannya.
Dia juga menyampaikan perhelatan COP 24 di Katowice menjadi pengingat, karena kota itu dulunya tempat beroperasinya tambang batu bara, tapi kini menjadi salah satu kota terhijau di Polandia.
"Keberhasilan Katowice merupakan contoh modern kebijakan yang persisten dan konsisten.''
Indonesia pun siap memainkan peran pada konferensi tersebut. Menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, tidak hanya siap bernegosiasi terkait dengan adopsi Paris Agreement Work Programme, Indonesia, juga siap memperlihatkan upaya penerapan konvensi untuk mengadapi perubahan cuaca.
"Yang membanggakan buat saya ialah respons dan dinamika masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim. Instrumen selain ratifikasi, kita juga sudah mendapat metode teknisnya. Misalnya, instrumen sistem registrasi nasional. Tiap Rabu kita punya pojok iklim untuk mendata apa saja yang dilakukan masyarakat," jelas Siti Nurbaya saat membuka Paviliun Indonesia.
Menteri Siti juga menanggapi keluhan dari beberapa negara tentang sawit. "Kita sudah jelaskan ke Parlemen Eropa bahwa deforestasi di Indonesia semakin baik. Keluhan itu kita jawab dengan data, 1,2 juta hektare pada 2015 turun menjadi 620 ribu hektare. Turun lagi 479 ribu hektare pada 2017. Jadi tata kelola kita makin bagus.''
Sekjen PBB Antonio Guterres menegaskan pula urgensi finalisasi modul teknis penerapan Paris Agreement dalam COP 24. "Perubahan iklim terjadi lebih cepat dan kita harus mengejar ketertinggalan ini," tuturnya.
Transformasi pemanfaatan energi bagi perekonomian secara global, lanjut Guterres, menjadi sama pentingnya dengan pemanfaatan sumber daya hutan dan tanah. "Konferensi ini ialah pertemuan terpenting dalam Climate Change setelah Paris Agreement. Tak ada waktu lagi, sekaranglah saatnya.'' (X-8)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved