Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP anak tentu memiliki idola dan tokoh yang dirinya kagumi, tak terkecuali Mukhlis Abdul Kholik alias Adul, 8, siswa kelas 3 SD penyandang disabilitas asal Sukabumi, Jawa Barat.
Adul dikenal karena semangatnya menuntut ilmu dengan merangkak ke sekolahnya yang berjarak hingga 3 km di kaki perbukitan Gunung Walat. Dia memiliki keinginan untuk bertemu Presiden Joko Widodo.
Gayung pun bersambut, Jokowi pun ternyata juga ingin bertemu langsung dengan Adul sebagaimana harapannya yang disampaikan ke berbagai media. Harapan itu pun kini terwujud pada acara Hari Disabilitas Internasional, di Summarecon Bekasi, Jawa Barat, kemarin.
Dalam acara tersebut Adul mendapatkan kesempatan secara khusus bertemu langsung dengan mantan Wali Kota Solo itu sebelum kegiatan dimulai. Adul dipangku Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita dan di sebelahnya duduk Presiden Jokowi. "Dari rumah jam berapa (berangkat sekolah)?" tanya Presiden kepada Adul.
Dengan senyum yang terus mengembang, Adul menjelaskan dirinya berangkat pada pukul 05.30 WIB untuk menuju sekolahnya yang berjarak 3 km.
Dalam kesempatan itu pun Adul mengutarakan keinginannya untuk terus dapat bersekolah. "Mau sekolah sampai kuliah," kata Adul. Setelah mendengar hal itu, Jokowi langsung mengangkat dua jempolnya. "Sip!" katanya.
Presiden pun kembali menanyakan apa cita-cita Adul. Dengan polos, Adul menjawab dirinya ingin menjadi pemadam kebakaran. Hal tersebut menggelitik Seskab Pramono Anung yang menanyakan alasan pilihan cita-cita tersebut kepada Adul. "Karena mau nolong orang," jawab Adul kepada Pramono.
Jawaban tersebut pun menuai pujian. "Saya lihat di TV kemarin ingin jadi pemadam kebakaran. Sekarang masih. Konsisten," kata Jokowi ke Adul.
Adul merupakan bocah laki-laki berusia 8 tahun asal Sukabumi yang kini duduk di bangku kelas 3 SD. Putra bungsu pasangan Dadan Hamdani dan Pipin itu mengalami kelainan fisik pada kedua kakinya sejak lahir dan kelainan pada bagian tenggorok.
Selain semangatnya yang menginspirasi, prestasi Adul di sekolah pun tidak kalah baiknya.
Adul termasuk siswa yang memiliki nilai paling baik di sekolah, bahkan pernah mendapat rangking ke-5 saat duduk di bangku kelas 1 SD. Semangat, Adul!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved