Disiapkan, Pabrik bagi Kaum Difabel

Dero Iqbal Mahendra
04/12/2018 08:45
Disiapkan, Pabrik bagi Kaum Difabel
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

AGAR para penyandang disabilitas atau kaum difabel di Indonesia dapat bekerja dan berkarya, pemerintah akan mencarikan lahan untuk pembangunan pabrik yang khusus diperuntukkan mereka.

Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita merealisasikan apa yang sudah disampaikan kepada dirinya sejak empat tahun silam itu.

"Saya tunggu-tunggu katanya mau dicarikan tanah, tetapi sampai sekarang belum ada. Oleh karena itu, hari ini saya perintahkan Menteri Sosial menyelesaikan ini," kata Presiden pada Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Bekasi, Jawa Barat, kemarin.

Kepala Negara menjelaskan spesialisasi pabrik itu nanti memproduksi garmen atau barang elektronik.

Hal terpenting bagi Jokowi ialah perlunya wadah dan ruang bagi penyandang disabilitas untuk berprestasi.

Jokowi mengaku dirinya menginginkan hal yang konkret dalam membantu para penyandang disabilitas di Tanah Air. Meskipun pemerintah sudah memiliki undang-undang yang mengatur kaum disabilitas, pelaksanaan di lapangan yang sebetulnya lebih penting.

"Para penyandang disabilitas memiliki semangat juang dan determinasi luar biasa. Hal tersebut terlihat pada pergelaran Asian Para Games 2018 yang masuk kategori sangat sukses," ungkap Jokowi.

Akan tetapi, masih banyak penyandang disabilitas lain yang juga berprestasi di bidang masing-masing.

Misalnya Krisnawati Utami yang terpilih menjadi duta Komite Penyandang Disabilitas PBB 2018. Lalu ada Siti Aisyah yang sukses berbisnis daring dengan penghasilan puluhan juta rupiah, Surya Sahetapy yang mengajari Jokowi bahasa isyarat, dan Zulvain yang menjadi fotografer profesional.

"Semangat mereka luar biasa. Ini perlu diangkat agar yang lain ikut mempunyai semangat yang sama dengan mereka," tandas Jokowi.

Libatkan BLK
Dalam menanggapi permintaan Presiden, Menteri Sosial mengungkapkan dirinya siap menjalankan amanat Presiden untuk merealisasikan ide membuat industri yang sepenuhnya dikelola para penyandang disabilitas.

"Mulai dari house keeping, dapurnya, hingga posisi direktur utama ditempati penyandang disabilitas. Industrinya tetap harus feasible. Model bisnis dan perencanaannya harus jelas terlebih dulu," kata Agus.
Presiden menginstruksikan bangunan pabrik bagi penyandang disabilitas itu cukup berdiri di atas 5.000 meter persegi. Permodalan berasal dari pemerintah dan kerja sama baik dengan pihak swasta maupun BUMN.

"Kami akan melibatkan balai-balai latihan kerja (BLK) di seluruh Indonesia untuk menyiapkan SDM yang berasal dari penyandang disabilitas," lanjut Menteri Sosial.

Agus menambahkan, pihaknya saat ini belum mengetahui persis berapa modal yang dibutuhkan untuk membangun industri tersebut.

Dia pun belum dapat memastikan kapan ide tersebut direalisasikan. Namun, Agus meyakinkan tugas dari Presiden harus segera dilaksanakan dengan segala kemampuan yang ada.

Sementara itu, Pemerintah Kota Bekasi akan memprioritaskan pembangunan sekolah khusus dan fasilitas pekerjaan bagi penyandang disabilitas.

Hal tersebut dikemukakan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi seusai mengikuti kegiatan Presiden memperingati Hari Disabilitas Internasional, di Summarecon Kota Bekasi.

"Fasilitas bagi penyandang disabilitas itu amat khusus. Contohnya kamar kecil. Selain untuk tumbuh kembang penyandang disabilitas anak-anak, tidak tertutup kemungkinan kami juga buatkan (fasilitas) untuk dewasa sebagai wadah kreativitas," Rahmat menandaskan. (Gan/Ant/X-3)

Kaum Disabilitas.. | Hlm 18              



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya