Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TEH atau kopi, dua minuman ini seringkali ditawarkan sebagai minuman saat sarapan atau di sore hari. Memang, kedua jenis minuman ini yang paling banyak digemari bahkan ada tidak bisa melewati hari tanpa minum kopi atau teh. Apa alasan mengapa begitu banyak orang yang menyukai teh dan kopi?
Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports menunjukkan bahwa preferensi kita terhadap kopi dan teh sebenarnya dapat dijelaskan oleh kemampuan kita untuk mendeteksi rasa pahit.
Para peneliti dari Northwestern University mempelajari data lebih dari 400 ribu peserta pria dan wanita. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin sensitif seseorang terhadap rasa pahit kafein, semakin banyak kopi yang diminumnya.
Genetika berkaitan dengan tingkat sensitif Anda terhadap rasa pahit, tidak hanya untuk kopi tapi juga teh, minuman alkohol dalam berbagai tingkatan. Para peneliti menjelaskan bahwa secara teknis kita tidak boleh menyukai rasa kopi.
Karena, tubuh dan otak kita sebenarnya menafsirkan kepahitan sebagai tanda peringatan bahwa sesuatu mungkin berbahaya.
Orang-orang yang memiliki kecenderungan genetik memungkinkan mereka untuk mendeteksi kepahitan yang pada akhirnya dapat mengubah pemikiran terhadap rasa pahit kopi dan teh.
Penguatan positif yang diterima orang-orang tersebut dari kafein, ditambah dengan kemampuan mereka untuk mendeteksi kepahitan sudah cukup untuk membuat otak menyukai rasa pahit kopi maupun teh. (Medcom/OL-8)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved