Museum Standar bagi Negara

(Des/M-4)
01/12/2018 04:10
Museum Standar bagi Negara
(MI/SUMARYANTO BRONTO)

CYNTIA Handy, merupakan gadis berusia 20 tahun asal Mojokerto yang kini melakukan gebrakan dengan museum temporary, yaitu Museum Gubug Wayang yang saat ini sudah berada di dua tempat, yaitu Universitas Surabaya dan Universitas Ciputra. Ia pun kini menjadi direktur dari Museum Gubug Wayang tersebut.

Cyntia yang masih muda ini mengatakan sempat dimarahi orangtuanya karena ia sering pulang malam dan karena museumnya masih museum yang baru dan perlu melakukan pengembangan lebih lanjut sehingga bisa dikatakan pekerjaannya sangat menyita waktu. Cyntia pun mengungkapkan mengapa ia sangat memiliki passion dalam hal museum ini.

Cyntia yang awalnya menjadi volunteer di Museum Gubug Wayang, lalu ia pun merasa sangat terpukau dengan banyaknya keindahan warisan nenek moyang berbentuk wayang dan sebagainya. Pendiri Museum Gubug Wayang ini sebenarnya ada Sujayoto yang kemudian kini Cyntia yang menjadi direktur dari Museum Gubug Wayang ini.

Saat ini kebanyakan pengunjung dari Museum Gubug Wayang ialah anak-anak sekolah yang melakukan field trip. Hal yang terdapat di Museum Gubug Wayang ini pun dapat terlihat dari sejarah wayang di Indonesia, mulai wayang relief, wayang lontar, wayang gelar, wayang beber, wayang purwa, wayang golek, dan masih banyak rupa-rupa wayang lainnya. “Bahkan sampai Si Unyil, itu kan juga termasuk ke dalam wayang di Indonesia,” ungkap Cyntia.

Cyntia mengatakan bahwa Unyil merupakan wayang tersukses di Indonesia. (Des/M-4)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya