Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSEUM, tempat yang banyak mengungkapkan sejarah dan pembelajaran bagi para pengunjung yang mendatanginya. Indonesia pun memiliki berbagai macam museum yang unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Salah satu museum unik ini ialah Museum Tsunami di Aceh. Museum Tsunami dibangun seusai tragedi tsunami yang melanda Aceh pada 2004 dan 2005.
Kepala Museum Tsunami Aceh, Hafnidar, menjelaskan bahwa dibangunnya museum ini karena Aceh yang begitu pesat terbangun kembali dan museum ini dibangun untuk tetap mempertahankan bahwasanya di Aceh pernah terjadi sebuah kejadian atau peristiwa luar biasa, tsunami. Pada 2011, Museum Tsunami ini baru mulai bisa diakses untuk umum dengan total biaya pembangunan Rp80 miliar.
Ia juga menjelaskan bahwa pengunjung yang datang pun sangat banyak, bahkan bisa mencapai 1.000 hingga 2.000 pengunjung per hari. Hafnidar atau biasa disapa Hafni mengatakan museum ini tidak pernah tutup, bahkan di hari libur nasional.
Dia kemudian menjelaskan mengenai hal apa saja yang bisa dilihat pengunjung di museum ini. “Selain koleksinya, desain dari bangunan itu juga unik ya di Aceh tidak banyak bangunan yang memiliki arsitektur yang bagus, kemudian dia besar sendiri di tengah kota cukup strategis. Kisah dari peristiwa pun sangat banyak, angka kematian saja di atas 200 ribu lebih, belum lagi yang hilang, belum saksi, belum volunteer. Banyak sekali histori yang ada di museum itu yang bisa di bagi ke pengunjung,” ungkap perempuan asal Aceh tersebut.
Dalam museum tersebut pun telah tercatat nama-nama korban tsunami. Terdapat 2.000 nama yang terpampang di museum tersebut dan masih banyak nama lainnya yang belum dicatat, dan Hafni mengatakan akan terus ditambahkan di masa depan.
Selain nama, barang-barang dari korban pun ada di dalam museum ini, seperti kaki palsu Delisa dan lainnya. Delisa yang memiliki kaki palsu akibat dari peristiwa tsunami di Aceh saat ini sudah memiliki tujuh kaki palsu karena ukuran kaki palsu harus disesuaikan pertumbuhan tubuhnya.
“Bagi saya, itu perjuangan dia sebagai korban tapi dia juga berjuang hidup dengan satu kaki dan tidak mudah bagi dia untuk mendapatkan tujuh kaki palsu karena pertumbuhannya dan nominalnya pun sangat tinggi. Yang membuat saya menangis, saya tidak menemukan seorang korban yang memang secara penampilannya dia terluka atau trauma, umurnya 22 tahun atau 21 tahun, dia sangat periang dan tegar,” ungkap Hafni saat menceritakan Delisa.
Kembali membicarakan mengenai Museum Tsunami, museum ini pun dirancang bukan hanya bagi tempat rekreasi dan pembelajaran. Museum Tsunami yang dirancang arsitek yang kini menjadi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tersebut, dirancang juga untuk tempat evakuasi jika nantinya terjadi tsunami lagi.
“Terdapat empat bagian lain dalam museum ini. Lantai 1 di museum ini diperkirakan jika nantinya terjadi tsunami kembali, jangkauan air hanya mencapai lantai 1 saja. Selain itu, tembok bangunan ini juga dikatakan sangat kukuh. Museum Tsunami juga bisa diakses secara gratis bagi para pengunjung untuk saat ini,” ungkap Hafni.
Hafni juga berharap, selain angka pengunjung yang terus pesat, ia juga menginginkan agar para pengunjung bisa memanfaatkan museum tersebut dan mau untuk datang terus berulang. Selain itu, museum tersebut juga bisa membuat pengunjung mengajak orang lain untuk datang ke museum tersebut. Capaian tertinggi yang Hafni inginkan ialah ketika para pengunjung bisa teredukasi olehnya, ia juga ingin para pengunjung bisa mengedukasi museum ini di luar sana. (M-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved