Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WACANA menghidupkan kembali mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) di sekolah menuai respons beragam. Hal itu mesti disikapi dengan objektif oleh pemerintah.
Kabalitbang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) M Abduhzen menyambut baik wacana menghidupkan PMP di sekolah sebab akhirnya murid dan guru memiliki kesempatan untuk membicarakan kehidupan bersama sebagai bangsa yang majemuk.
"Selama ini Pancasila dan UUD 1945 hanya diajarkan sebagai dasar administrasi negara atau pemerintahan, bukan nilai nilai kehidupan yang dapat menjadi pijakan bersama," katanya saat dihubungi, kemarin.
Namun, ia mewanti-wanti pemerintah untuk memperbaiki metode pembelajaran zaman Orde Baru dengan era milenial saat ini. "Anak milenial tak suka diceramahi dan lebih suka belajar secara visual. Bisa ditempuh dengan praktik, melalui video, dan terjun langsung ke masyarakat," ujarnya dosen Universitas Paramadina itu.
Sikap berbeda dikemukakan Federasi_ Serikat Guru Indonesia (FSGI). Mereka menolak wacana menghidupkan lagi PMP karena dianggap membangunkan kembali memori lama terkait dengan Orde Baru.
"Sekolah dan pendidikan nasional kita sudah sangat penuh beban muatan nilai-nilai moral yang normatif dalam PPKN," ucap Sekretaris Jenderal FSGI Heru Purnomo.
Dengan menyadari hal itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mengkaji secara mendalam wacana itu, bersama dengan Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP).
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno, mengatakan nilai-nilai moral yang terkandung dalam PMP nantinya lebih banyak dipraktikkan dan menjadi budaya di sekolah. Mulai hal kecil, seperti, budaya bersih, saling sapa, dan senyum, saling menghormati, peduli pada sesama, hingga gotong royong.
"Jadi secara sadar ditegakkan di sekolah agar menjadi kebiasaan. Berlatih demokrasi dengan menghargai pendapat yang berbeda tanpa rasa permusuhan. Semua sikap dan perilaku tidak bisa hanya diajarkan, tapi diteladankan. Peran guru di sini sangat penting."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved