Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SULITNYA tahapan pengobatan kanker beserta dampak yang ditimbulkan tak pelak kerap membuat pasien kanker menyerah melakukan pengobatan.
Hal itu masih harus ditambah biaya baik langsung maupun tidak langsung yang harus dikeluarkan oleh pasien dan keluarganya selama menjalani pengobatan.
Untuk itulah dukungan keluarga sangat dibutuhkan oleh pasien dalam menjalani pengobatan. Hal ini juga yang sudah dirasakan oleh Indrodjojo Kusumonegoro atau yang akrab disapa Indro Warkop.
Sebelum menjadi pendamping bagi mendiang istrinya Nita Octobijanty yang meninggal Oktober silam akibat kanker paru, Indro terlebih dulu pernah mendampingi mendiang rekannya di grup lawak Warkop yakni Kasino yang terkena tumor otak serta mendampingi beberapa sahabat dan anggota keluarga lainnya yang terkena kanker.
"Ketika seseorang divonis kanker, penyakit itu bukan menjadi milik dia sendiri. Dengan sending penyakit kanker itu menjadi milik keluarga. Seluruh komponen keluarga harus ikut mendukung merasakan sehingga pasien tidak merasa sendiri," ujarnya dalam diskusi Lung Cancer and Me: Beda Jenis, Beda Perjalanan di Jakarta, Rabu (28/11).
Masyarakat pun perlu terus diberikan sosialisasi agar bisa mengenali gejala-gejala penyakit kanker, tidak hanya kanker paru tetapi juga kanker lainnya. Sebab, Indro menegaskan salah satu penyebab kematian pasien kanker tinggi adalah ketidaktahuan.
Itu pula yang terjadi dengan dirinya dan istrinya saat pertama kali istrinya mengalami gejala kanker paru yakni batuk yang berkepanjangan.
"Almarhum setahun sebelumnya sudah sakit batuk lama dan sakit sekali ditambah dia merokok. Tapi kami tidak berpikir itu ke paru. Saat itu dia saya bawa ke THT. Nah, itulah. Istilahnya, kami sebetulnya punya dan mampu mendapat akses informasi saja melangkahnya tidak tepat. Bagaimana dengan yang betul-betul tidak paham," terangnya.
Selain sosialisasi dan edukasi, Indro juga berharap pemerintah bisa lebih terbuka terhadap obat-obatan kanker yang ada di luar negeri. Menurut pengalamannya menjadi pendamping, dokter menemukan beberapa obat-obatan yang lebih ampuh untuk mengobati kanker yang diderita oleh mendiang Nita. Namun, karena obat tersebut belum memiliki izin untuk beredar di Indonesia, ia pun akhirnya mengizinkan dokter menggunakan obat jenis lain.
"Bukan berarti saya menyesalkan kematian istri saya. Tidak, itu sudah takdir. Tetapi, ketika kami masih dalam fase berupaya tentunya ingin yang terbaik. Ketika dokter menemukan tetapi tidak bisa memberikan karena belum bisa, itulah yang kami keluarga sayangkan," ujarnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved