Sebelum Jatuh, Hidung Pesawat Lion Air JT-610 Sempat Turun

Cahya Mulyana
28/11/2018 16:41
Sebelum Jatuh, Hidung Pesawat Lion Air JT-610 Sempat Turun
( Bay ISMOYO / AFP)

WAKIL Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Kementerian Perhubungan Haryo Satmiko mengatakan bahwa pesawat Lion Air JT-610 sempat mengalami masalah saat penerbangan Denpasar-Jakarta, dan berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta, sebelum keesokannya jatuh di perairan Karawang, Senin (29/10) lalu.

"Ketika melakukan pemeriksaan preflight, Pilot in Command (PIC) melakukan diskusi dengan teknisi terkait tindakan perawatan pesawat udara yang telah dilakukan termasuk adanya informasi bahwa sensor Angle of Attack (AoA) yang diganti dan telah diuji," terangnya di kantor KNKT, Jakarta. Rabu (28/11).

Baca juga: KNKT Terbitkan Dua Rekomendasi untuk Lion Air

Menurut dia, pesawat tersebut berangkat pada malam hari pukul 14:20 UTC (22:20 WITA), Digital Flight Data Recorder (DFDR) mencatat adanya stick shaker yang aktif pada sesaat sebelum lepas landas dan berlangsung selama penerbangan. Ketika pesawat berada di ketinggian sekitar 400 feet, PIC menyadari adanya warning IAS DISAGREE pada Primary Flight Display (PFD).

"Kemudian PIC mengalihkan kendali pesawat udara kepada Second in Command (SIC) serta membandingkan penunjukan pada PFD dengan instrument standby dan menentukan bahwa PFD kiri yang bermasalah," terangnya.

PIC mengetahui bahwa pesawat mengalami trimming aircraft nose down (AND) atau hidung pesawat mengalami penurunan secara otomatis secara otomatis, kemudian merubah tombol STAB TRIM ke CUT OUT. SIC melanjutkan penerbangan dengan trim manual dan tanpa auto-pilot sampai dengan mendarat.

"PIC melakukan deklarasi “PAN PAN” karena mengalami kegagalan instrumen kepada petugas pemanduan lalu lintas penerbangan Denpasar dan meminta untuk melanjutkan arah terbang searah dengan landasan pacu," tandasnya.

Nurcahyo menjelaskan, PIC melaksanakan tiga Non-Normal Checklist dan tidak satupun dari ketiga prosedur dimaksud memuat instruksi untuk melakukan pendaratan di bandar udara terdekat.

Pesawat mendarat di Jakarta pada pukul 1556 UTC (2256 WIB) atau setelah terbang selama 1 jam 36 menit. Setelah pesawat udara parkir, PIC melaporkan permasalahan pesawat udara kepada teknisi dan menulis IAS dan ALT Disagree dan menyalanya lampu FEEL DIFF PRESS (feel differential pressure) di Aircraft Flight and Maintenance Logbook (AFML). (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya