Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEROKOK merupakan orang dengan faktor risiko tertinggi penyakit kanker paru. Tetapi ada pula perokok aktif yang mampu hidup sehat hingga lanjut usia.
Faktanya, meski memiliki faktor risiko tinggi kanker paru tidak semua perokok akan terkena kanker paru. Ahli kanker dari RS Dharmais Jakarta Evlina Suzanna mengungkapkan tidak semua perokok akan terkena kanker paru. Tetapi ia bisa menjamin bahwa 7 dari 10 pasien kanker paru adalah perokok.
Gen menjadi penyebab perokok aktif tetap bisa hidup sehat tanpa kanker. Menurut Evlina jika kerentanan genetis perokok tersebut rendah, maka dia bisa jadi tidak terkena kanker.
"Gen sangat berpengaruh karena kanker sebagian besar terjadi karena mutasi genetis di dalam tubuh. Pada gen yang kuat dan tidak rentan maka mutasi tidak terjadi sehingga kanker tidak ada. Tapi pada gen yang rentan, tubuh lemah, kekebalan tubuh lemah, ditambah faktor risiko maka kanker bisa terjadi," ujarnya dalam diskusi Lung Cancer and Me: Beda Jenis, Beda Perjalanan di Jakarta, Rabu (28/11).
Baca juga: MUI Dorong Ekonomi Keumatan Pondok Pesantren di Bidang Kesehatan
Untuk itulah, para ahli tidak serta merta menyebut suatu faktor menjadi penyebab kanker. Karena beda jenis kanker memiliki beda perjalanan dari proses faktor risiko yang ada hingga dapat menimbulkan kanker paru.
Sementara untuk jenis kanker paru serta jenis lain selain kanker payudara faktor keturunan hanya memberi sumbangan 5% terhadap kejadian kanker.
Meski demikian, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap kanker terutama jika memiliki faktor risiko tinggi.
Masyarakat juga diminta tidak takut terhadap deteksi dini kanker. Masyarakat pun perlu mewaspadai kejadian kanker paru dengan menganggap serius gejala yang terjadi.
"Banyak yang menganggap sepele batuk dan sesak napas. Padahal itu gejala jika terjadinya sudah lama. Karena pasien kanker juga banyak yang terjadi bermula dari paru-paru basah dan angkanya cukup banyak di Indonesia," pungkasnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved