Media Indonesia Ajari Setwapres Jurnalistik

(Eko/*/H-3)
28/11/2018 08:10
Media Indonesia Ajari Setwapres Jurnalistik
(MI/Vincentius Reno Agusta )

ILMU jurnalistik sangat terbuka untuk dipelajari setiap orang dan tidak serta-merta menjadikan seseorang jadi jurnalis. Sebagai ilmu terapan, jurnalistik dianggap bisa membuat pihak yang mempelajarinya mampu menuliskan informasi secara akurat.

Hal itulah yang dilakukan 10 aparatur sipil Negara (ASN) Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) Republik Indonesia saat mengikuti Pelatihan Jurnalistik Sekolah Jurnalisme Media Indonesia (SJMI) di Kedoya, Jakarta, kemarin. Ajang itu akan berlangsung hingga Rabu (28/11).

"Harapan kami bisa mengerti ilmu jurnalistik dan kemudian menerapkannya dalam penulisan di website Setwapres dengan baik," ujar Siti Khodijah, Kepala Subbidang Pengelolaan Website, Bidang Diseminasi Informasi, Asdep Komunikasi dan Informasi Publik, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pemerintahan.

Dalam pandangan Siti, pihaknya merasa perlu mengetahui seluk beluk ilmu jurnalistik. Itu bisa menjadi bekal agar mereka tidak asing dalam dunia tulis-menulis.

Kepada para ASN itu, diberikan pemahaman bagaimana teknik menulis berita, siaran pers, hingga simulasi. Kelas SJMI kali itu diikuti ASN Setwapres dan Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pembicara lain yang hadir sebagai pemateri ialah Henny Puspitasari, PR & Publicity Manager.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya