Ingin Meremajakan dan Memperindah Vagina Anda, Ini Sejumlah Opsinya

Indriyani Astuti
27/11/2018 15:50
Ingin Meremajakan dan Memperindah Vagina Anda, Ini Sejumlah Opsinya
(Thinkstock)

PEREMAJAAN vagina merupakan beberapa prosedur yang dilakukan di area kewanitaan meliputi vagina, rongga vagina, dinding vagina, otot mukosa yang ada di vagina yang mengalami perubahan bentuk akibat proses kehamilan. Terkait prosedur, ada prosedur invasif (operasi) dan non-invasif yang sifatnya tidak melukai permukaan kulit dan mukosa vagina.

DR. Dasep Suwanda SpOG dari Bamed Woman's Clinic menjelaskan peremajaan vagina yang dilakukan dengan operasi bertujuan untuk memperbaiki anatomi penampakan fisik vagina dan mengembalikan fungsi dan sensasi seksual daerah kewanitaan.

Ia mengatakan alasan peremajaan operasi dengan vagina dilakukan antara lain karena adanya trauma  seperti robeknya selaput dara karena kecelakaan, olahraga dan lain-lain, atau perubahan seperti kendurnya bibir luar vagina karena persalinan,  dan perubahan hormon akibat penuaan.

"Operasi peremajaan vagina lebih sulit dibanding operasi lain selain memperbaiki estetiknya jangan sampai menyebabkan fungsinya justru menjadi tidak baik. Karena itu kebutuhan dan indikasi medis pasien harus diperhatikan," ujar dr. Dasep dalam acara diskusi media bertema "Peremajaan Vagina : Sekadar Tren atau Kebutuhan" yang diselenggarakan oleh Bamed Woman's Clinic di Jakarta, pada Selasa (26/11).

Ia merinci ada sejumlah operasi peremajaan vagina antara lain clitoral hood reduction. Prosedur itu merupakan tindakan bedah yang bertujuan merubah bentuk clitoral hood clitoral hood yang terlalu besar atau tebal sehingga menjadi lebih kecil dan lebih sensitif.

Clitoral hood adalah lipatan kulit yang mengelilingi dan melindungi clitoral. Selain itu, ada juga prosedur Hymenoplasty untuk memperbaiki selaput darah yang rusak dan robek dengan menjahit kembali, Labiaminoraplasty untuk memperbaiki struktur anatomi labia minora (bibir luar vagina).

DR. Dasep mengatakan persiapan peremajaan vagina dengan metode bedah sama seperti persiapan operasi pada umumnya. Pasien harus melakukan pemeriksaan darah lengkap serta konsultasi dengan dokter anestesi. Pasien dihimbau untuk tidak melakukan hubungan seksual serta olahraga seperti berenang atau bersepeda selama enam sampai delapan minggu.

Mengenai risiko, bisa saja terjadi pendarahan pasca operasi peremajaan vagina atau kemungkinan infeksi. Oleh karena itu, menurut dr. Dasep, sebelum melakukan operasi sangat penting bagi pasien melakukan konsultasi dan skrining untuk tau layak atau tidak mendapatkan prosedur tersebut.

CEO Bamed Healthcare Group dr. Yassin Yanuar Mohammad SpOG (K) menambahkan setiap tindakan medis punya risiko. Kendati demikian, hal itu bisa diminimalkan dengan melakukan prosedur sesuai standar medis.

"Karena itu konsultasi pada dokter yang kompeten sangat penting untuk mengetahui kebutuhan pasien apakah benar-benar ada indikasi tidak hanya sekadar alasan estetika," pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya