DKJ Sambut Positif Kongres Pemajuan Kebudayaan

Putri Anisa Yuliani
27/11/2018 15:00
DKJ Sambut Positif Kongres Pemajuan Kebudayaan
(MI/Panca Syurkani)

DEWAN Kesenian Jakarta (DKJ) menyambut positif diselenggarakannya Kongres Pemajuan Kebudayaan 2018 oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Kemendikbud). 

Ditemui di dialog Prakongres Pemajuan Kebudayaan ke-3 di Kemendikbud, Ketua DKJ, Irawan Karseno, mengungkapkan diselenggarakannya agenda in oleh pemerintah pun menjadi momen penting pemajuan kebudayaan akan segera memiliki legitimasi.

Belum progresifnya program pemajuan kebudayaan di Indonesia tidak terlepas dari masalah legitimasi. Selama ini menurutnya banyak organisasi kebudayaan yang secara independen yang juga menyelenggarakan kongres kebudayaan. Akan tetapi hasil rekomendasinya tidak bisa berjalan karena tidak mendapat saluran yang tepat untuk diterima serta dijalankan oleh pemerintah.

Ia pun berharap besar agar kongres ini bisa menghasilkan kebijakan-kebijakan yang progresof bagi pemajuan kebudayaan.

"Ini suatu hal yang positif. Ini pertama kali pemerintah mengadakan kongres budaya yang arahnya adalah membuat kebijakan," kata Irawan ditemui pada kesempatan tersebut di Jakarta, Selasa (27/11).

 

Baca juga: Mendikbud: Intoleransi Jadi Tantangan Pemajuan Kebudayaan

 

Irawan mengatakan saat ini bukan hanya isu-isu terkait pemajuan kebutuhan yang harus dimajukan tetapi persoalan penempatan sumber daya manusia pada lini yang tepat terkait budaya juga penting dilakukan. Tujuannya agar kebijakan pemerintah bisa dibuat dan dijalan dengan fokus.

Dalam hal ini pemerintah pun perlu memperhatikan SDM yang diposisikan pada satuan kerja kebudayaan yang ada.

"Ada 22 satuan kerja yang terkait dengan kebudayaan tetapi mungkin belum diisi dengan SDM yang memiliki pemahaman yang mumpuni di bidangnya. Seperti di Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), dan kementerian lainnya bisa diperhatikan betul penempatan," ujarnya.

Irawan pun mengusulkan agar pemerintah bisa menarik sebanyak mungkin kaum muda kreatif yang saat ini sudah mulai banyak peduli dengan kebudayaan.

"Jadi bagaimana di birokrasi baik di kementerian juga bisa diisi oleh banyak birokrat muda yang betul-betul peduli dan memahami kebudayaan. Jika SDM sudah maksimal tentunya berjalannya pun akan lebih cepat," tandasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya