LLDIKTI Apresiasi STMIK Nusa Mandiri Bantu Pacu Mutu SDM

Micom
25/11/2018 22:05
LLDIKTI Apresiasi STMIK Nusa Mandiri Bantu Pacu Mutu SDM
(Ist)

SEKOLAH Tinggi Manajemen Ilmu Komputer (STMIK) Nusa Mandiri, telah melaksanakan prosesi wisuda ke-27 di BSI Convention Center (BCC), Kaliabang, Bekasi Utara, Jawa Barat, Minggu (25/11).

Prosesi wisuda yang dibuka oleh Ketua STMIK Nusa Mandiri, Dr Dwiza Riana SSi MM MKom, itu melantik 1.469 wisudawan-wisudawati dari program Strata Satu dan Magister. Selain itu, hadir M Samsuri selaku Sekretaris LLDIKTI III Jakarta.

Pada kesempatan itu, Samsuri menjelaskan tentang pentingnya pemberian layanan untuk penguatan dan peningkatan perguruan tinggi yang lebih berkualitas. Sebagaimana peranan LLDIKTI yang dulunya sebagai lembaga kopertis, sekarang menjadi lembaga layanan pendidikan.

"LLDIKTI dulu sebagai lembaga kopertis, sekarang jadi lembaga layanan pendidikan perguruan tinggi, guna memberikan layanan untuk penguatan dan peningkatan lulusan perguruan tinggi yang lebih berkualitas," kata Samsuri.

Ia berterima kasih terhadap kampus STMIK Nusa Mandiri atas kontribusinya dalam ikut membantu pemerintah guna meningkatkan lulusan sarjana ilmu komputer yang andal. Sebab, pemerintah sedang berinvestasi dalam penguatan keunggulan sumber daya manusia (SDM) untuk mencapai Indonesia maju pada 2045.

Dalam kewajibannya, LLDIKTI sesuai yang tertulis dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), akan menjamin kualitas lulusan perguruan tinggi lebih berkualitas. Juga, dalam Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) dalam hal ini akreditasi, seperti tertulis dalam Permenristekdikti No 32 Tahun 2016, setiap 6 bulan sebelum akreditasi program studi berakhir harus dilakukan akreditasi ulang. Jika sudah kedaluwarsa, perguruan tinggi tersebut tidak sah.

"Jangan khawatir, data lulusan, mahasiswa dan dosen STMIK Nusa Mandiri sudah 100% tercatat dengan baik di Dikti dan memiliki akreditasi B," ujarnya.

Ia juga berpesan kepada wisudawan dan wisudawati agar tidak berhenti belajar, baik di lingkungan kerja, maupun di lingkungan masyarakat.

"IPK (indeks prestasi kumulatif) Anda cerminan yang telah Anda lakukan selama di kampus. Masa depan tidak ditentukan oleh prestasi hari ini, Anda harus memiliki prinsip belajar di setiap frase, baik di lingkungan kampus, kerja, maupun masyarakat," pesannya.

Ia menambahkan sebagai sarjana juga harus memiliki kontribusi untuk masyarakat dengan tidak mendahulukan apa yang akan didapatkan. Sebaliknya, harus lebih bisa mendahulukan kepentingan orang banyak.  

"Jangan juga mempersulit urusan orang lain, agar urusan kita akan selalu dipermudah. Serta, jadilah seperti padi, semakin tinggi semakin merunduk, semakin tinggi jabatan dan derajat kita semakin rendah hati, tutup Samsuri. (RO/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya