Keluarga Hebat Modal Pembangunan

(Ind/H-3)
27/11/2018 04:25
Keluarga Hebat Modal Pembangunan
(foto Dokumentasi IPB)

KASUS penyalahgunaan narkoba dan obat terlarang, pengasuhan, mental, hingga stunting karena salah pola asuh muncul akibat terganggunya fungsi keluarga sebagai tonggak utama pembentuk manusia yang berkualitas.

Sebagai solusinya, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) memperkenalkan program Akademi Keluarga Hebat Indonesia. Program pelatihan itu dilakukan BKKBN bersama dengan IPB.

"Kami berharap melalui pelatihan ini, dan kerja sama antarlembaga seperti perguruan tinggi dan kementerian lain, semakin banyak keluarga yang bisa dijangkau," terang Deputi Keluarga Sejahtera Pembangunan Keluarga BKKBN M Yani saat membuka acara Wisuda Akademi Keluarga Hebat Indonesia di Jakarta, kemarin.

Untuk tahap pertama. pelatihan yang diberikan mengenai 1.000 hari pertama kehidupan (kelas 1.000 HPK) yang menyasar 60 orangtua dan keluarga baduta (bawah dua tahun) di Desa Cibatok 2, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Seribu hari pertama kehidupan ialah periode percepatan tumbuh kembang yang dimulai sejak terbentuknya janin dalam kandungan (270 hari) hingga anak berusia 2 tahun (730 hari). Pada periode tersebut, terang Yani, pertumbuhan dan perkembangan anak berada di periode sangat penting untuk mencegah stunting atau balita pendek karena kurang gizi kronis.

Desa Cibatok 2 merupakan salah satu desa dari 100 kabupaten/kota prioritas dalam penanganan stunting 2018. Skala prioritas itu dilakukan karena minimnya jumlah petugas. BKKBN saat ini memiliki 80 ribu PLKB yang fokus pada program bina keluarga manula, remaja dan balita untuk menangani 71 juta keluarga di Indonesia. "Hanya 1,2% keluarga yang bisa dijangkau oleh PLKB."

Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB Prof Ujang Sumarwan mengingatkan, pembangunan keluarga sangat menentukan keberhasilan pembangunan.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya