Lagi, BPJS Dapat Suntikan Rp5,6 Triliun

(Ant/H-3)
27/11/2018 04:15
Lagi, BPJS Dapat Suntikan Rp5,6 Triliun
(MI/ADAM DWI )

BADAN Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bakal mendapatkan suntikan dana sebesar Rp5,6 triliun dari Kementerian Keuangan untuk melunasi tunggakan yang belum dibayarkan ke rumah sakit mitra kerja sama.

Hal itu dikemukakan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris ditemui di Universitas Airlangga Surabaya, Jawa Timur, kemarin.

Ia menjelaskan suntikan dana itu merupakan review kedua yang dihasilkan dari rapat dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

"Jadi, hasil review kedua yang baru bersifat sementara itu adalah sudah diputuskan pemerintah akan menyuntik lagi dana subsidi Rp5,6 triliun. Jadi, ini akan segera berproses," kata Fachmi.

Dia menjelaskan review kedua tersebut merupakan lanjutan dana talangan APBN tahap pertama yang disetujui Menteri Keuangan pada September 2018 sebesar Rp4,9 triliun.

Pada tahap kedua ini, BPJS Kesehatan sudah mengirimkan surat ke Kemenkeu terkait dengan proses administratif pencairan dana karena penggunaan dana pemerintah yang cukup besar jumlahnya.

Dana tersebut akan segera didistribusikan ke rumah sakit seluruh Indonesia sesuai dengan tagihan-tagihan masuk yang sudah diverifikasi. "Kami mohon kepada rumah sakit untuk tetap melayani dengan baik agar program ini tetap berkelanjutan."

Berdasarkan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) setidaknya hingga akhir 2018, defisit BPJS Kesehatan mencapai Rp10,98 triliun. Pendapatan BPJS Kesehatan yang lebih kecil ketimbang pengeluarannya membuat keuangan BPJS Kesehatan mengalami defisit.

Hal sama terjadi setiap tahun sejak BPJS Kesehatan beroperasi pada 2014 dengan tren yang kian memburuk. Pada 2014, defisit BPJS Kesehatan tercatat sebesar Rp3,3 triliun, Rp5,7 triliun (2015), Rp9,7 triliun (2016), dan Rp9,7 triliun (2017).

Pemerintah sendiri baru akan menaikkan nilai premi BPJS Kesehatan setelah Pemilu 2019. "Preminya terlalu murah jika dibandingkan dengan service-nya, layanannya," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla, belum lama ini.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya