Segarkan Kembali Siswa , PMP Akan Dihidupkan Lagi

Syarief Oebaidillah
26/11/2018 20:06
Segarkan Kembali Siswa , PMP Akan Dihidupkan Lagi
(Ist)

MATA Pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) yang pernah menjadi mata pelajaran wajib di jenjang pendidikan masa lalu direncanakan oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan dihidupkan kembali. Diharapkan peserta didik atau siswa akan mendapat penyegaran kembali tentang Pancasila yang merupakan benteng bangsa Indonesia dari berbagai rongrongan.

“Ya, kita merencanakan menghidupkan kembali mapel PMP bahwa Pancasila ini luar biasa buat bangsa kita. Semuanya masih kita bahas, “kata Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Supriano kepada wartawan usai memimpin Upacara Hari Peringatan Guru Nasional (HGN) di halaman kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin ( 26/11). Seperti diketahui mapel PMP telah digantikan menjadi mapel Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).

Dia menjelaskan, dewasa ini tengah mencuat ancaman radikalisme dan sejenisnya yang dikhawatirkan mengancam keutuhan NKRI. “ Bangsa kita ini memiliki sejarah luar biasa, punya sejarah bagus, kita ini punya fondasi Pancasila sebagai dasar negara. Dari kelima sila Pancasila dapat membentengi seseorang menjadi lebih baik, mulai dari percaya kepada ke Tuhanan YME ,kemanusian, persatuan, gotong royong dan keadilan sosial. Kami sedang siapkan untuk kembali lagi pendidikan Pancasila yang lebih eksplisit dan lebih bunyi,” cetusnya.

Supriano yang pernah menjabat Direktur Pembinaan SMP Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud ini menegaskan bahwa Pancasila merupakan produk yang luar biasa bagi bangsa Indonesia.

“Hal Ini yang harus dipahami kembali oleh peserta didik, kita ini punya dasar, punya benteng punya pondasi yang dinamakan Pancasila. Ini yang harus disegarkan kepada anak anak kita. Karena melalui Pancasila dipelajari semua, pendidikan karakter juga ada disitu kita tidak usah pusing pusing mencari model model dari luar,” paparnya.

Pria berkacamata yang akrab disapa Ono ini, mengutarkaan sejarah kelahiran Pancasila melalui proses panjang oleh para tokoh dan pendiri bangsa. Pancasila lahir bukan atas keputusan individu atau golongan namun atas kesepakatan semua elemen bangsa sehingga Pancasila dapat menjawab tantangan kedepan. “Kita harus bangga mempunya dasar negara kita Pancasila ini,“ tegasnya.

Namun dia mengingatkan ke depan pembelajaran Pancasila tidak lagi dalam bentuk ceramah atau menjadi proyek. Nantinya disesuaikan dengan kondisi kekinian seperti perilaku tolong menolong. Selain itu, polanya tidak seperti dahulu sekadar hapalan lagi.

“Penyampaian pembelajaran PMP nantinya melalui siswa aktif. Lebih dari itu, pancasila bukan untuk dihapal tapi untuk dipraktekkan,“ tukasnya seraya menambahkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Lembaga Penelitiian dan Pengembangan (Balitbang ) Kemendikbud serta akan mendiskusikan pula dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

“Kami koordinasi dengan Balitbang Kemendikbud untuk menggodoknya dan nanti akan ke BPIP juga,”pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya