Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden Jusuf Kalla mengimbau seluruh anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) tidak terpecah akibat perbedaan pilihan politik di Pemilu 2019.
“Kita bicara ilmiah saja, jadi tidak bisa bicara nanti April (Pemilu 2019) pilih siapa. Ini tidak bisa di sini karena pasti pecah kalau kita bicara keberpihakan di KAHMI ini,” kata Wapres JK saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) I KAHMI bertemakan Meningkatkan kualitas demokrasi mewujudkan kesejahteraan rakyat di Jambi, kemarin.
Wapres meminta KAHMI mengangkat isu-isu yang dapat membawa kemajuan bagi bangsa di setiap rakornas atau kegiatan lain. Sebagai organisasi intelektual, KAHMI diharapkan mendorong inovasi teknologi di masyarakat sehingga siap menghadapi persaingan global, khususnya di bidang perekonomian.
“Saya menyarankan, untuk pertemuan rakernas berikutnya, kita bicara teknologi, kita bicara keilmuan, kita bicara ekonomi, kita bicara hal-hal apa yang dibutuhkan masyarakat pada dewasa ini untuk kemajuan,” ujar JK.
Saat menyinggung soal demokrasi, Kalla mengatakan seiring perkembangan waktu demokrasi Indonesia terlihat semakin baik. Karena KAHMI bukanlah partai politik, hendaknya alumni HMI dalam menanggapi persoalan bangsa berdiskusi secara intelektual.
Ketua Majelis Wilayah KAHMI Provinsi Jambi Maulana mengamini keinginan Kalla agar KAHMI fokus membicarakan keilmuan, teknologi, dan kemampuan intelektual untuk melahirkan inovasi dan solusi bagi kemajuan negeri. Rakornas KAHMI pun melahirkan Deklarasi Jambi, antara lain, menginginkan Pemilu 2019 berjalan lancar, damai, dan gembira.
Sayangnya, rakornas sempat ricuh karena pembawa acara melakukan kesalahan dan menyampaikan kata penutup di luar kebiasaan HMI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved