Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGOBATAN tuberkulosis (Tb) yang makan waktu berbulan-bulan tidak hanya berdampak pada psike pasien. Penyakit yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis itu juga menimbulkan dampak sosial. Yang paling sering terjadi, penderita kehilangan pekerjaan.
Salah satu pasien Tb yang sudah sembuh, Ully Ulwiyah, 31, mengatakan banyak rekannya sesama penderita Tb dikeluarkan dari pekerjaan ketika didiagnosis Tb. Padahal, ujar Ully, meski pengobatan gratis, berobat ke fasilitas kesehatan memerlukan biaya.
"Biaya transportasinya dari mana kalau tidak bekerja? Belum lagi memikirkan kebutuhan hidup lain. Itu sering membuat pasien jadi tidak semangat berobat," kata Ully.
Fakta itu juga menjadi perhatian pemerintah. Menteri Kesehatan Nila F Moelek mengatakan penanganan Tb jadi prioritas pemerintah selain karena mudah menular, penyakit itu dekat dengan masalah sosial dan kemiskinan.
Dikatakan Menkes, sebagian besar infeksi Tb terjadi pada usia produktif, 15-54 tahun. Meskipun diagnosis dan pengobatan tuberkulosis gratis, pasien Tb harus mengeluarkan biaya transportasi, akomodasi, dan perbaikan gizi dalam penyembuhan.
Namun, banyak di antara mereka justru kehilangan pekerjaan karena stigma terhadap pasien Tb yang masih kuat di masyarakat. Itu juga disebabkan ketidakmampuan melakukan kerja akibat sakit. Karena itulah, ia kembali menegaskan penanganan Tb harus dilakukan lintas sektor.
"Selama ini kita selalu berpikir kesehatan, bagaimana menemukan pasien dan mengobatinya. Padahal, masalah sosial akibat Tb juga harus diperhatikan. Juga soal lingkungan, Tb rentan terjadi di daerah hunian yang padat penduduk dan hunian dengan ventilasi udara yang kurang baik," ujar Menkes saat membuka simposium nasional Sinergi Multiaktor dalam Pencegahan Stunting dan Eliminasi Tb dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional Ke-54 di Jakarta, kemarin.
Indonesia, ujar Menkes, berkomitmen mencapai eliminasi Tb pada 2030. "Penanganan dan pengendalian Tb perlu melibatkan banyak pihak di pusat dan daerah, lembaga sosial kemasyarakatan, akademisi, organsasi profesi, media massa, dan dunia usaha."
Kelompok miskin
Peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Miko Hananto memaparkan kasus Tb banyak ditemukan pada kelompok masyarakat miskin. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi tertinggi Tb ialah pada profesi nelayan sebesar 0,9%, disusul tani dan buruh tani 0,6%, dan penduduk yang tidak bekerja 0,6%.
"Bisa dilihat, masyarakat miskin yang menderita Tb cukup banyak," ujarnya.
Indonesia menjadi negara nomor tiga dengan kasus Tb terbanyak di dunia setelah India dan Tiongkok. Data Riskesdas 2018 menunjukkan kasus baru Tb sebesar 842 ribu dan hanya 53% yang diobati dan dilaporkan (ternotifikasi). Sisanya belum diobati atau sudah diobati, tapi tidak dilaporkan. Beban kerugian Tb di Indonesia per tahun Rp136,7 miliar. (Ind/H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved