Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MAJUNYA perkembangan seni rupa dan desain di Tanah Air ditandai dengan kian meningkatknya penikmat film animasi. Merujuk film animasi terkenal seperti Upin-Ipin dan Minion dinilai hasil karya anak bangsa yang telah mendunia.
Selain itu, karya desain di sejumlah bandara-bandara internasional pada beberapa negara, juga merupakan hasil karya anak bangsa.
"Karya mereka ini tidak diakui di dalam negeri tapi di luar negeri mereka diakui. Sejatinya hal Ini bisa menjadi potensi ekspor di bidang industri kreatif," kata Rektor Universitas Tarumanagara, Prof Dr Agustinus Purna Irawan, saat membuka pameran dan seminar dengan tema 'Collaborative Design for Future' di Kampus Untar, Jakarta, melalui keterangan tertulis, Kamis (22/11).
Menurut Agustinus, kegiatan ini merupakan kolaborasi bersama Namseoul University Korea Selatan dan Universiti Teknologi MARA Malaysia. Kegiatan ini digelar pada 21–23 November, berfokus pada ilustrasi komik, tipografi, dan desain furnitur.
Agustinus mengutarakan, dirinya amat tertarik oleh karya animasi dan desain. Ia mencontohkan film-film animasi karya Disney masuk di berbagai negara termasuk Indonesia.
"Luar biasa penikmatnya dan akan menghasilkan banyak pergerakan ekonomi di berbagai bidang," ujarnya.
Menurut dia, pilihan kegiatan mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Untar bagus dan hebat. Sebab, mahasiswa mempunyai kesempatan menjadi orang-orang hebat dengan karya-karya yang luar biasa. Apalagi, kolaborasi dengan Korsel dan Malaysia ini bisa menghasilkan karya-karya hebat di masa depan.
Dia mengutarakan, Indonesia dengan penduduk 260 juta menjadi potensi mengembangkan kreativitas berbasis industri kreatif lokal. Untar, lanjut dia, harus belajar dari dunia internasional. Apalagi, indeks kreativitas/inovasi kita berada di bawah Malaysia, Singapura, dan Thailand.
"Padahal karya-karya kita juga tidak kalah bagus. Saya berharap Untar makin banyak berkolaborasi dengan sejumlah negara lainnya," tukas Agustinus.
Sementara itu, Dekan FSRD Untar, Kurnia Setiawan, mengemukakan, kegiatan 'Collaborative Design for Future' dapat menjadi momentum untuk berbagi dan belajar mengembangkan wawasan serta pengetahuan, khususnya dalam desain dan budaya antara negara. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved