Pemerintah Akan Merekrut 72 Ribu Guru Produktif

Puput Mutiara
22/11/2018 17:13
Pemerintah Akan Merekrut 72 Ribu Guru Produktif
(ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah berupaya menggenjot pemenuhan kebutuhan guru produktif di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Hal itu dimaksudkan agar pendidikan vokasi bisa berjalan selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan bahwa pemerintah akan merekrut sebanyak 72 ribu guru produktif yang nantinya akan mengajar di SMK. Antara lain, berasal dari pekerja profesional yang ada di lingkungan industri sesuai kebutuhan.

"Kita butuh 72 ribu guru produktif. Sementara saat ini, kita baru bisa memenuhi 15 ribu dari program pelatihan ganda (PPG)," ujarnya saat jumpa pers usai membuka Rapat Koordinasi Nasional Penataan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) ddi Jakarta, Kamis (22/11).

Lebih lanjut, jelas Muhadjir, pemenuhan guru produktif di SMK yang berasal dari pekerja profesional akan dilakukan melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Persoalan gaji, guru P3K yang dikontrak dalam kurun waktu tertentu akan menerima gaji setara pegawai negeri sipil (PNS).

Pada kesempatan yang sama, Mendikbud juga menyatakan mulai tahun depan guru-guru berstatus honorer akan memperoleh hak yang sama dengan PNS. Mulai dari gaji setara PNS atau minimal sesuai upah minimum regional (UMR) hingga tunjangan guru.

"Kita sedang siapkan draft peraturan pemerintah (PP) untuk memberi upah bagi guru honorer minimal sesuai UMR. Tapi tentu harus benar-benar, bukan honorer yang cuma jadi sampingan tapi yang setiap saat ada di sekolah," tandasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya