Revitalisasi SMK untuk Dongkrak Kualitas Tenaga Kerja

Rudy Polycarpus
21/11/2018 21:50
Revitalisasi SMK untuk Dongkrak Kualitas Tenaga Kerja
(MI/SUMARYANTO BRONTO )

PENATAAN kualitas sumber daya manusia (SDM) akan dilakukan secara menyeluruh dan lebih masif mulai 2019. Beberapa tahun ini, pembenahan diklaim sudah dimulai.

Perbaikan sistem pendidikan terutama akan melalui revitalisasi pendidikan vokasi dan program sertifikasi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, mengatakan, kementeriannya menyiapkan 3.000-4.000 SMK untuk direvitalisasi secara fisik. Sekolah kejuruan yang menjadi prioritas antara lain berkaitan dengan kelautan, pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif.

"Kemudian guru, tadi saya sudah mengusulkan, tahun depan kami mengajukan ada sekitar 72 ribu guru SMK yang diangkat dengan skema P3K. Jadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja," ujarnya seusai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Rabu (21/11).

Ia menambahkan, hanya 37% guru SMK dari kebutuhan sekitar 90.000 guru yang memiliki keterampilan dan kapasitas sesuai. Dari jumlah tersebut, 15.000 di antaranya baru mengikuti program keahlian ganda yang diadakan Kemendikbud.

Adapun kurikulum pendidikan vokasi, jelas Muhadjir, akan melibatkan dunia industri. Pasalnya, saat ini sekitar 70% kurikulum keahlian diusulkan dunia industri dan dunia usaha.

"Termasuk peralatan-peralatan dari rekomendasinya dunia industri dan dunia usaha. Sehingga kemampuan siswanya sudah diakui perusahaan yang sudah punya nama, punya reputasi, sehingga memudahkan dia untuk mendapatkan kerja," imbuhnya.

Rapat terbatas dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri.

Sementara, Presiden Jokowi mengharapkan pembenahan kualitas SDM segera dipercepat setelah percepatan pembangunan infrastruktur berlangsung dan mulai rampung.

Menurut Presiden, terdapat dua kunci pembangunan kualitas SDM. Pertama, perbaikan sistem pendidikan terutama melalui revitalisasi pendidikan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.

Hal ini sudah mulai dilakukan tetapi belum dilakukan secara penuh dan besar-besaran. Perombakan baik kurikulum, penataan kompetensi, serta perbaikan kualitas guru-guru perlu dipercepat mulai tahun depan.

"Kedua, peningkatan keterampilan pencari kerja juga pekerja melalui pelatihan vokasi dan program sertifikasi. Program ini melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan dunia pendidikan. Termasuk melibatkan pesantren. Kita harapkan para santri bukan hanya mendapatkan pendidikan agama tetapi juga bekal keterampilan," pungkasnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya