Guru BK Dilibatkan untuk Cegah Narkotika di Sekolah

Ferdian Ananda Majni
21/11/2018 15:29
Guru BK Dilibatkan untuk Cegah Narkotika di Sekolah
(ANTARA)

PELAKSANA tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto mengatakan salah satu upaya pencegahan narkotika di lingkungan sekolah adalah dengan peningkatan pemahaman guru Bimbingan Konseling (BK) terhadap peredaran dan penyalahgunaan barang haram tersebut.

"Kegiatan ini memberikan pemahaman terhadap narkotika, karena varian-varian narkoba itu banyak dan berubah, sehingga varian baru, dan modus baru ini perlu diketahui oleh guru BK," kata Bowo, di Hotel Santika Premiere, Jakarta Barat, Rabu (21/11).

Baca juga: Kepala BNNP Minta Siswa Pecandu Narkotika Dibina

Pihaknya mengimbau kepada para guru BK untuk tidak malas mengakses informasi dan teknologi agar dapat memiliki kemampuan deteksi dini terhadap perkembangan yang ada di sekolahnya. Sebab, menurutnya, keberadaan guru BK menjadi posisi strategis dalam pendekatan dengan para siswa. Begitu juga pokja kesiswaan akan bermitra dengan guru BK tersebut.

"Mereka menjadi guru anak-anak semua, beda dengan guru mata pelajaran. Guru BK sendiri nanti akan bermitra dengan kelompok kerja kesiswaan dan saling berbagi informasi sehingga apa yang didapatkan hari ini bisa dipahami kawan-kawan itu," paparnya.

Dari pantauan Media Indonesia, sedikitnya 200 guru dari berbagai sekolah di DKI Jakarta mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti pembekalan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).

Berdasarkan Survei Badan Narkotika Nasional (BNN) diketahui pengguna narkotika mencapai 1,77% (3,3 juta orang), dengan rincian pekerja 59%, pelajar 24%, dan populasi umum (tidak bekerja tetap) 17%.

Di DKI Jakarta, BNNP menemukan bahwa delapan dari 47 sekolah setingkat SMP dan 10 dari 48 sekolah setingkat SMA/SMK terindikasi penyalahgunaan narkotika. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya