Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANJURAN minum delapan gelas sehari sudah lama sering digaungkan. Namun, sebagian masyarakat kerap mengabaikannya. Alasannya, antara lain belum merasa haus dan tidak berkeringat.
"Selama ini, sebagian dari kita berpikir bahwa kehilangan cairan selalu ditandai dengan keringat berlebih. Padahal, kita juga kehilangan cairan melalui penguapan kulit dan pernapasan. Apalagi jika sedang di ruangan ber-AC yang kelembapannya rendah. Kehilangan cairan melalui penguapan dan pernapasan ini terkadang membuat kita tidak merasa haus," ujar pakar gaya hidup sehat, dokter Haekal Yassier Anshari, pada peluncuran produk minuman ion rendah kalori, Ion Water, oleh PT Amerta Indah Otsuka di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Kehilangan cairan tubuh itu perlu diganti melalui asupan minuman sebab cairan dalam tubuh sangat penting untuk menjamin berlangsungnya berbagai proses biologis dalam tubuh. Seperti untuk proses metabolisme, menjaga suhu tubuh, volume dan kekentalan darah, meregenerasi sel, juga reaksi-reaksi kimia dalam otak.
"Ketika kita merasa haus, sebenarnya tubuh sudah mengalami dehidrasi. Kalau kita kekurangan cairan 2% saja dari berat badan, sudah bisa membuat kita kurang fokus, kurang ingatan, dan penurunan fungsi kognitif lainnya," terang Haekal yang juga pakar antiaging itu.
Pada tahap berat, dehidrasi bisa membuat seseorang syok, kehilangan kesadaran. Tak hanya itu, kekurangan cairan dalam jangka lama juga bisa memicu terbentuknya batu ginjal.
Yang perlu diperhatikan, sambungnya, saat kehilangan cairan, tubuh juga kehilangan ion-ion yang terkandung dalam cairan tubuh. Ion-ion tersebut juga harus diganti karena perannya dibutuhkan untuk berbagai reaksi kimia dalam tubuh.
Secara alami, ion-ion tersebut bisa diperoleh dari vitamin dan mineral yang terdapat dalam berbagai bahan makanan utamanya sayur dan buah. Jadi, selain harus memenuhi kebutuhan minum delapan gelas sehari, kita juga perlu mengonsumsi banyak sayur dan buah.
Haekal menambahkan, saat tubuh banyak mengeluarkan keringat, misalnya, saat beraktivitas fisik maupun saat berolahraga, kebutuhan cairan dan ion otomatis meningkat. "Disarankan, kita minum minuman yang mengandung ion agar bisa mendapatkan pengganti cairan dan ion secara cepat. Sebaiknya pilih yang rendah kalori," imbuh Haekal.
Gaya hidup sehat
Pada kesempatan sama, Marketing Director Amerta Indah Otsuka, Ricky Suhendar, menjelaskan pihaknya meluncurkan produk Ion Water untuk mendukung masyarakat menjalankan gaya hidup sehat, termasuk memperbanyak aktivitas fisik dan olahraga teratur.
"Minuman ini dirancang untuk mereka yang ingin mengembalikan cairan dan ion tubuh yang hilang, namun dengan komposisi rendah kalori," ujarnya.
Komposisinya, lanjut dia, didesain mirip dengan komposisi cairan tubuh sehingga mudah diserap, di antaranya natrium 23 meq/L, kalium 5 meq/L, kalsium 1 mg/L, magnesium 0.5 mg/L, klorida 16 meq/L, sitrat 10 mg/L, dan laktat 1 mg/L.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved