Paus Mati, Banyak Sampah di Perutnya

(Dhk/H-2)
21/11/2018 07:50
Paus Mati, Banyak Sampah di Perutnya
(Rosniawanti Fikri/WWF)

SEEKOR paus sperma (Physeter macrocephalus) ditemukan mati dan terdampar di pantai Pulau Kapota, Taman Nasional (TN) Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Pada bangkai paus tersebut ditemukan 5,9 kg sampah, sebagian besar merupakan sampah plastik bahkan terdapat juga sandal jepit.

Kepala Balai TN Wakatobi Heri Santoso saat dikonfirmasi mengatakan mamalia laut itu diperkirakan telah mati cukup lama. Pasalnya, bangkai yang ditemukan mulai membusuk. Paus berukuran panjang 9,5 meter itu dikuburkan di sekitar Pantai Kolowawa, Desa Kapota Utara, kemarin.

Penemuan bangkai paus bermula dari laporan staf WWF Indonesia yang diterima pihak TN Wakatobi. Pihak TN bersama dengan WWF, tim Akademi Komunitas Perikanan dan Kelautan (AKKP) Wakatobi, dan masyarakat sekitar melakukan peninjauan lapangan pada Senin (19/11).

Hasil identifikasi isi perut paus yang dilakukan di tim AKKP Wakatobi menemukan sampah sedikitnya 5,9 kg. Itu terdiri atas sampah plastik dengan komposisi sampah gelas plastik, plastik keras, botol plastik, dan kantong plastik. Kemudian ditemukan juga serpihan kayu, sandal jepit, karung nilon, dan tali rafia. Penelitian masih dilakukan untuk menentukan penyebab kematian paus itu.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya