Japfa Fondation-Filantropi Indonesia Launching Klaster Ketahanan Pangan

Denny S
20/11/2018 10:50
Japfa Fondation-Filantropi Indonesia Launching Klaster Ketahanan Pangan
(MI/Denny Susanto)

STUNTING bukan hanya disebabkan masalah makanan saja, namun ada hal yang lebih penting yakni masalah pengetahuan seorang orang tua tentang makanan yang sehat dan bergizi.

Hal ini disampaikan Direktur Kesehatan Gizi dan Masyarakat Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, dalam diskusi bertemakan "Penguatan Sektor Pangan dan Gizi Berbasis Investasi Sosial di Era SDGs, Mungkinkah" di JCC Senayan, Jakarta akhir pekan lalu.

Sementara dr Rachmat Willy Sitompul, Health and Nutrition Specialist Wahana Visi Indonesia dalam paparannya sebagai nara sumber lainnya, lebih fokus pada perilaku orang tua dan pengasuh apakah sudah melaksanakan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). 

"Komposisi aksi dari PHBS ini, adalah dari orang tua dan pengasuh harus mulai berperilaku bersih dan sehat (30%), dan 70%, fokus pada ibu dan bayi dalam kandungan. Ini sangat berperan dalam membentuk budaya PHBS dalam keluarga," tukasnya.

Narasumber lain yang dihadirkan dalam diskusi ini yakni Dr Semiarto Aji Purwanto selaku Dosen antropologi Universitas Indonesia, Andi Prasetyo selaku Head of Japfa Foundation, dr Davrina Rianda Davron selaku Founder Klinik Rumah Sehat serta Helen Sinombor selaku jurnalis senior.

 

Baca juga: BPOM dan Kemenristekdikti Kembangkan Inovasi Obat dan Makanan

 

Di sela-sela kegiatan diskusi, juga dilaksanakan launching Klaster Ketahanan Pangan dan Gizi yang diinisiasi Japfa Foundation bersama Filantropi Indonesia. Pertemuan perdana dari inisiasi ini sudah dilaksanakan pada Agustus lalu, serta diadakan diskusi lanjutan mengenai program-program yang akan segera dilakukan.

Menurut Head of Japfa Foundation, Andi Prasetyo, permasalahan gizi yang terjadi di Indonesia telah mencapai  titik yang memprihatinkan, tercatat sepertiga dari jumlah balita di Indonesia menderita kekurangan gizi. 

Kondisi ini menyebabkan perkembangan otak dan fisik terhambat, rentan terhadap penyakit, sulit berprestasi. Hal itu membuat saat dewasa, anak tersebut mudah menderita obesitas sehingga berisiko terkena penyakit jantung, diabetes, dan penyakit tidak menular lainnya.

Berawal dari permasalahan tersebut, Japfa Foundation bersama Filantropi Indonesia menginisiasi adanya sebuah program yang direncanakan dan segera diimplementasikan mengenai pencegahan serta penanganan Gizi di Indonesia. 

"Klaster yang dilaunching ini diharapkan mampu menghasilkan solusi-solusi kreatif mengenai pengentasan dan pencegahan masalah gizi di Indonesia," ujarnya.

Pada diskusi yang digelar tersebut, tambah Andi, fokus pada pembahasan tentang penguatan sektor pangan dan gizi berbasis investasi sosial di era SDGs, dengan melibatkan para pakar dari berbagai sektor. Selain itu, diskusi bertujuan membahas tentang mekanisme serta instrumen yang dapat menjadi katalisator terealisasinya ketahanan pangan di Indonesia. (OL-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya