Sandrayati Fay Penting Komunitas bagi Perempuan Muda

Fathurrozak
18/11/2018 22:30
Sandrayati Fay Penting Komunitas bagi Perempuan Muda
(ANTARA)

PEREMPUAN muda perlu mempunyai komunitas sebagai ruang untuk berbagi pengalaman yang mereka miliki. Hal tersebut dikatakan penyanyi asal Bali, Sandrayati Fay, 23, yang baru-baru ini terlibat dalam proyek yang menjadikannya seorang mentor untuk para pemuda perempuan di salah satu sekolah internasional di 'Pulau Dewata'.

Perempuan yang akrab disapa Sandra itu tergabung menjadi mentor dalam rangkaian program rite of passage, yakni kegiatan mengenalkan konsepsi ritus dalam setiap fase kehidupan, seperti tradisi kikir gigi di Bali sebagai bentuk menuju kedewasaan.

Menurutnya, setiap fase dalam kehidupan selalu memiliki ritus. Akan tetapi, di dunia modern saat ini sudah jauh dari hal-hal tersebut.

Saat bertindak sebagai mentor pada program tersebut, pertanyaan-pertanyaan seputar peralihan fase menjadi dewasa tidak luput didiskusikan. Oleh karena itu, kelompok dan komunitas menjadi penting dalam membantu pertumbuhan saat beranjak dewasa.

"Komunitas penting sekali karena sebenarnya kita manusia butuh komunitas untuk tumbuh. Sementara itu, kadang-kadang masyarakat kita tidak mendukung untuk membicarakan sesuatu yang dianggap agak tabu untuk dibicarakan," ujar Sandra ditemui ketika manggung di Festival Tubaba, Lampung, baru-baru ini.

Padahal, bila berkomunitas, hal yang dianggap tabu tersebut bisa dibicarakan dengan bebas dan anggota komunitas pun dapat bebas berekspresi. Komunitas pula, lanjutnya, yang dapat membantu menjawab setiap pertanyaan tanpa ada penghakiman. Dengan demikian, komunitas merupakan tempat yang aman untuk berbicara.

"Kalau mau bicara sama orangtua, mungkin agak takut. Kita pernah muda, mungkin pernah 'nakal' sana-sini, jadi enggak mau bagi," tuturnya.

Bicara dengan alam

Penyanyi yang juga tergabung dalam Daramuda Project bersama Rara Sekar dan Danilla Riyadi itu juga dikenal sebagai penyanyi yang memiliki kedekatan dengan alam. Hal itu disebabkan sejak kecil ia dibesarkan dalam keluarga yang punya kesadaran akan eksistensi alam. Pengalaman pergi ke sawah atau naik gunung menjadi kenangan masa kecilnya.

Kini, di usianya yang beranjak dewasa, Sandra mengaku hubungannya dengan alam ialah hubungan yang sangat personal. Bahkan, ia juga punya kebiasaan untuk mengajak berkomunikasi dengan alam di sekitarnya.

"Hubungan kita dengan bumi itu personal sekali. Sepertinya tidak ada yang lain yang mengerti aku (selain alam), seperti ibu kita, karena dia (alam) yang kasih kita semua. Menjaga bumi bukan karena harus menjaga saja, melainkan karena kita mencintainya, seperti ada ikatan," katanya.

Perempuan berdarah campuran Filipina-Amerika itu mengatakan, setiap orang punya cara berbeda untuk menghargai alam. Ia punya cara yang agak unik, yakni dengan mengajak berbicara setiap pepohonan dan tanaman yang ada di sekitar rumahnya.

"Mungkin ini terdengarnya gila, tapi aku suka bicara sama semua tanaman untuk berterima kasih karena telah berbunga. Selalu ada komunikasi walaupun itu mungkin tidak dengan kata-kata," ujarnya.

Semakin kita dekat dengan alam, kata Sandra, kita akan semakin sensitif. Misalnya, mudah sakit hati karena ikut merasakan ketika alam sedang tersakiti dan bumi sedang menangis. (H-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya