Kaum Perempuan Harus Aktif Dukung Pembangunan

Dhika Kusuma Winata
17/11/2018 18:40
Kaum Perempuan Harus Aktif Dukung Pembangunan
(thinkstock)

PEREMPUAN juga memiliki kesempatan yang sama dalam proses pembangunan bangsa dan negara. Karena itu, anggapan bahwa kaum perempuan sebagai warganegara 'kelas dua' di bawah laki-laki perlu dikoreksi.

Hal itu disampaikan politikus Partai Golkar Nurul Arifin pada diskusi bertajuk Perempuan Kekinian dalam Politik, Budaya, dan Lingkungan, di Jakarta, Sabtu (17/11).

Dalam kesempatan itu, ia mengajak perempuan untuk meningkatkan peran perempuan dan terus aktif berpartisipasi dalam pembangunan.

"Kekuatan perempuan tidak bisa disepelekan. Sekitar 50% penduduk negeri ini perempuan dan itu modal besar untuk kekuatan membangun bangsa. Perempuan bukan objek pembangunan tapi subjek pembangunan," ungkap mantan aktris itu di hadapan ratusan perempuan yang mengikuti diskusi.

Mengutip sejumlah proyeksi lembaga dunia, Nurul mengatakan Indonesia akan menjadi kekuatan lima besar ekonomi global. Peluang emas itu perlu dimanfaatkan perempuan sebagai kesempatan untuk berperan lebih di bidang politik, ekonomi, maupun budaya. Dia meyakini kaum perempuan sejatinya merupakan fondasi bagi pembangunan bangsa.

"Perempuan sebagai agen perubahan ialah tiang negara. Simbol betapa kuatnya negara. Perubahan-perubahan besar seringkali melalui tangan-tangan perempuan," ucapnya.

Ia juga mengingatkan tantangan kaum perempuan di sisi lain juga menghadapi kuatnya problem intoleransi. Menurutnya, sejumlah riset membuktikan bahwa kaum perempuan rentan masuk dalam gelombang gerakan intoleransi dan radikalisme.

"Kita juga harus menjaga kelangsungan negara ini sebagai negara yang majemuk dan plural dalam bingkai NKRI," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Novrizal Tahar, mendorong perempuan agar bisa ambil bagian dalam pembangunan yang kini mengarah pada pertumbuhan ekonomi hijau. Dia menegaskan partisipasi aktif perempuan dibutuhkan dalam pelestarian lingkungan.

"Untuk membangun kultur cinta lingkungan kuncinya ada pada perempuan karena perempuan dominan perannya pada keluarga," ujarnya. (OL-1)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya