Founder KAHMIPreneur Raih Sertifikasi ASEAN Engineering

Micom
16/11/2018 17:30
Founder KAHMIPreneur Raih Sertifikasi ASEAN Engineering
(Ist)

PEMERINTAH saat ini tengah gencar mencanangkan kebijakan industri nasional sebagai negara industri maju baru dan menargetkan sektor industri dalam negeri untuk mampu menopang pertumbuhan ekonomi yang dapat meningkatkan laju perekonomian dan sebagai tonggak tantangan keinsinyuran dalam perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Khususnya memasuki revolusi industri generasi keempat (industri 4.0) yang diikuti oleh pemutakhiran seluruh sektor untuk menerapkan IOT (Internet Of Things). Tantangannya ialah memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah untuk berkontribusi dalam Indonesia yang mandiri dan maju.

Lebih dekat, Conference of The ASEAN Federation of Engineering Organizations (CAFEO) telah diselenggarakan setiap tahun oleh 10 negara anggota ASEAN.

ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO), sebuah organisasi non-pemerintah yang berafiliasi dengan Sekretariat ASEAN, diwakili oleh organisasi teknik nasional di kawasan ASEAN.

Tujuan AFEO adalah promosi niat baik, pengertian, kerja sama dan pertukaran ide dan pengalaman di bidang pendidikan, sains, teknik, teknologi, lingkungan, sumber daya manusia, pelatihan dan pendaftaran insinyur profesional serta untuk membangun dan mengembangkan standar baseline ASEAN untuk profesi teknik dengan tujuan untuk memfasilitasi mobilitas para insinyur di negara-negara ASEAN.

Sertifikasi International ASEAN Engineering diberikan pada ajang bergengsi Conference of The ASEAN Federation of Engineering Organizations (CAFEO) ke-36 yang berlangsung sejak 12-14 November 2018 di Resort World Sentosa, Singapura.

Sebanyak 13 profesional insinyur Indonesia resmi menerima sertifikasi internasional ASEAN di Singapura tersebut, salah satunya Kamrussamad, yang merupakan Founder KAHMI Preneur dan lulusan dari Jurusan Teknik Industri Universitas Muslim Indonesia Makassar.

"Alhamdulillah berkat dukungan dan dorongan Fakultas Teknik Industri (FTI) sehingga kami bisa mendapatkan akses meraih sertifikasi ASEAN Engineering ini, dengan sertifikasi itu, diharapkan bisa melahirkan inovasi di bidang teknologi untuk dunia usaha," kata dia dalam keterangannya, Jumat (16/11).

Ia menambahkan, insinyur harus jadi garda terdepan untuk membangun sistem baik software maupun hardware untuk layanan konsumen dunia usaha yang jauh lebih baik. Dengan sertifikasi ASEAN menjadikan pintu networking atau jaringan kerja tingkat ASEAN akan terbuka lebar sekaligus akan bertemu banyak insinyur profesional yang bisa melahirkan transfer knowledge untuk inovasi dunia usaha di Indonesia.

"Bagi saya, sertifikasi ini tentu menjadi semangat baru untuk terus mengembangkan profesi background saya dalam bidang pembinaan kewirausahaan yang saat ini memang tengah menjadi fokus saya melalui KAHMIPreneur.

Saya berharap, KAHMIPreneur dapat mencapai sasaran untuk menjadikan wirausaha sebagai lokomotif ekonomi bangsa," ujar Kamrussamad.

Kahmipreneur merupakan program inspiratif dalam menciptakan pengusaha muda untuk membuka wawasan serta terjun dan berkecimpung langsung dalam usaha entrepreneur hingga merealisasikan para pencipta lapangan kerja dalam segala bidang dan sekaligus mewujudkan kemandirian di bidang ekonomi.

Sebagai penggagas KAHMIPreneur, Kamrussamad juga sukses menggelar ajang nasional bertajuk Indonesia Young Entrepreneur Summit (IYES) 2018 pada 28 Oktober 2018 yang diikuti 1.300 peserta dari pelaku usaha, entrepreneur, start-up, mahasiswa dari beberapa kota di Indonesia.

IYES 2018 menghadirkan narasumber berkompeten di antaranya Sandiaga Uno (tokoh entrepreneur nasional), Diajeng Lestari (CEO Hijup), Angkie Yudistia (CEO Thisable Enterprise), Gamal ALbinsaid (CEO Indonesia Medical), Hendra Noviyanto (Co-Founder Warunk Upnormal) dan Muhamad Fajrin Rasyid (Co-Founder & President Bukalapak.com). (RO/OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya