Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH terus berupaya menangani masalah stunting yang banyak dialami anak-anak Indonesia. Dalam upaya itu, pemerintah mendorong gerakan bersama hingga level terbawah.
Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi berkepanjangan. Stunting membuat anak bertubuh pendek dan tingkat kecerdasannya kurang jika dibandingkan dengan anak sebaya yang normal.
Direktur Pembinaan Pendidikan Usia Dini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Hasbi, mengatakan saat ini ada 33,2 juta anak di Indonesia.
“Sebanyak 33,2 juta anak itu ke depan akan tumbuh dewasa dan menjadi tulang punggung negara kita. Hanya saja, permasalahannya kini, dari 33,2 juta anak itu, 37%-nya stunting,” ujarnya dalam talk show bertajuk Ayo Kita Makan Ikan dalam Upaya Pencegahan dan Penurunan Angka Stunting di Indonesia yang digelar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) di Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Kamis (15/11).
Dalam pemaparannya dia menjelaskan banyak faktor penyebab stunting. Di antaranya, praktik pengasuhan yang kurang baik, terbatasnya layanan kesehatan, kurangnya akses ke makanan bergizi, serta kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi.
“Anak yang menderita stunting, dia memiliki kecerdasan yang kurang dan rentan penyakit sehingga akan jadi masalah keluarga, juga negara. Berdasarkan penelitian, anak yang stunting berpotensi kehilangan pendapatan 15%-20% ketika dewasa dan negara akan kehilangan 11% dari situ,” paparnya.
Pemerintah, lanjut dia, berkomitmen mengatasi stunting, antara lain melalui gerakan cegah stunting yang dilakukan mulai dari tingkat kementerian/lembaga serta pemerintah daerah hingga level terbawahnya. Ia menyebut, gerakan nasional itu melibatkan 22 kementerian/lembaga, termasuk Kemendikbud, hingga pemda-pemda.
“Pemantauan dan evaluasi juga terus dilakukan. Karena stunting sebenarnya sudah tren dari 2013. Tapi anggaran untuk mengatasi stunting dari 2011 sampai 2014 tidak signifikan. Baru di 2016 ke sini meningkat,” ungkapnya.
Cegah dengan ikan
Pada kesempatan sama, pakar gizi IPB Prof Hardinsyah mengatakan ikan merupakan salah satu bahan pangan yang sangat potensial untuk mencegah stunting. Dia menyebut, banyak keunikan gizi dari ikan.
“Asam lemak omega 3 di ikan itu baik untuk mencegah stunting. Mata ikan, kulit kepala ikan, dan kulit ikan banyak kolagennya. Dan di tubuh ikan penuh protein,” ungkapnya.
Dia mengatakan, berdasar penelitian terbaru, yang dilakukan pada 218 anak usia TK, 105 anak diberi ikan berlemak dan 113 anak diberi daging selama 16 minggu. Hasilnya, kedua kelompok anak itu sama-sama mengalami peningkatan kemampuan kognitif dan konsentrasi. Tapi, anak yang makan ikan lebih tinggi kadar sel darah merahnya, kadar omega 3-nya, juga skor kognitifnya. “Disarankan, dalam satu minggu minimal anak 3 kali makan ikan,” pungkasnya.
Pada kesempatan itu juga dilakukan gerakan makan ikan bersama yang diikuti 1.150 orang mulai usia balita hingga dewasa. Mereka makan 1.000 kg ikan sumbangan Himpunan Alumni FPIK IPB. (H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved