Tidak Semua Penyakit Butuh Antibiotik

Indriyani Astuti
15/11/2018 19:28
Tidak Semua Penyakit Butuh Antibiotik
(Ilustrasi)

KONSULTAN penyakit tropik infeksi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dr. Erni Juwita Nelwan, PhD,SpPD-KPTI menuturkan bahwa masih banyak masyarakat  yang belum paham soal penggunaan obat-obatan antibiotik. Ternyata, tidak semua penyakit membutuhkan antibiotik. dr. Erni menjelaskan, hanya penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kuman atau mikroba yang membutuhkan antibiotik untuk melawan infeksi.

Ia mencontohkan, banyak orang yang sakit tenggorokan langsung meminum antibiotik. Padahal, studi menunjukkan 90% sakit tenggorokan disebabkan oleh virus sehingga tidak butuh antibiotik.

"Masyarakat tidak tau atau belum paham bahwa obat yang dibeli berulang-ulang ialah antibiotik," terangnya dalam dalam konferensi media memperingati Pekan Kesadaran Antibiotik Dunia: Waspada Peningkatan Resistensi Antibiotik! kerjasama PT. Pfizer Indonesia (Pfizer) bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) dan RS Universitas Indonesia, di Rumah Sakit Universitas Indonesia di Depok, Kamis (15/11).

Baca juga: Cegah Penyakit tidak Menular Perlu Sinergi

Selain itu, kata dia, masyarakat sangat dimudahkan untuk mendapatkan antibiotik di toko obat atau apotek tanpa resep dokter. Padahal hal tersebut tidak boleh dilakukan. Dokter, imbuhnya, juga diminta berhati-hati untuk meresepkan antibiotik apabila tidak sesuai diagnosis. Tujuannya menghindari terjadinya resistensi antimikroba.

"Biasanya kalau sakit berat, dokter akan meresepkan obat simptomatik yang cocok, dengan memerhatikan ada atau tidaknya alergi atau kontra indikasi untuk meringankan gejalanya," terangnya.

Ia juga mengingatkan agar antibiotik harus dihabiskan sesuai anjuran dokter. Jika tidak, bakteri akan kebal dengan obat antibiotik tersebut. Karena itu, ada aturan klinis bahwa pasien harus meminum antibiotik sampai waktu tertentu.

"Biasanya kalau sudah merasa enak, minum obatnya dihentikan sendiri. Ini berbahaya membuat kuman bermutasi dan resistensi terhadap obat yang sama," pungkasnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya