Indonesia Perlu Strategi Baru untuk Akhiri Tuberkulosis

Ind/X-7
15/11/2018 08:15
Indonesia Perlu Strategi Baru untuk Akhiri Tuberkulosis
()

INDONESIA perlu strategi baru, kerja sama lintas sektor, dan komitmen bersama untuk mengeliminasi tuberkulosis (Tb). Dengan strategi menemukan kasus dan mengobati hingga sembuh saja, target mengakhiri Tb pada 2030 tidak akan tercapai.

Setiap tahunnya terdapat 842 ribu kasus baru Tb di Tanah Air. Itulah sebabnya, berdasarkan WHO Global TBC Report 2018, Indonesia masih menjadi negara dengan insidensi Tb nomor tiga tertinggi di dunia setelah India dan Tiongkok.

Prevalensi pasien Tb juga masih tinggi, yakni 319/1.000 penduduk. Angka itu jauh dari prevalensi global 135/1.000 penduduk.

"Kasus Tb di Indonesia turun dari 1,2 juta per tahun menjadi 842 ribu, tetapi kasus Tb yang mendapat notifikasi masih rendah, yakni hanya 49%. Pelaporan kasus yang masih rendah itu menghambat upaya pengobatan dan eliminasi Tb," jelas Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dalam diskusi panel antara Kemenkes dan Stop Tb Partnership Indonesia (STPI) bertajuk Langkah Strategis Indonesia Menuju Eliminasi Tb 2030, di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, pendataan sangat penting. Rumah sakit selama ini agak kurang perhatian dan menganggap Tb tidak populer, padahal harus tetap dilaporkan.

"Kita sudah sediakan obat gratis. Ketidakpatuhan pasien minum obat dikhawatirkan resisten. Ini perlu pendampingan agar pasien jangan putus minum obat," tambah Nila.

Indonesia, lanjutnya, masih menerima bantuan donor dari lembaga internasional. "Saya khawatir jika Indonesia gagal mengeliminasi Tb pada 2030, akan kesulitan karena tidak lagi mendapatkan pendanaan," tambah Menkes.

Di tempat yang sama, dr Erlina Burhan SpP(K) dari Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI-RS Persahabatan mengatakan perlu pendekatan lain, yakni aspek pencegahan, agar eliminasi Tb pada 2030 tercapai. Sementara itu, Ketua Dewan Pembina STPI Arifin Panigoro mengatakan situasi Tb di Indonesia belum sepenuhnya mendukung target eliminasi Tb. (Ind/X-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya