Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SIDANG Sinodal Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) 2018 telah selesai pada Selasa (13/11) di Bandung, Jawa Barat, dan secara resmi ditutup dengan perayaan Ekaristi yang diadakan di Gereja Santa Maria Diangkat ke Surga, Paroki Katedral, Jakarta, pada Rabu (14/11).
Perayaan Ekaristi kali ini sekaligus menjadi Misa Meriah dalam rangka peringatan lima tahun pengangkatan Sri Paus, yang sebenarnya jatuh pada 29 Juni lalu. Peringatan ini dimundurkan pada November karena Mgr. Piero Pioppo ingin merayakannya bersama para Uskup se-Indonesia.
Maka, Misa Meriah ini pun disatukan dengan Misa Penutupan Sidang KWI agar semua Uskup bisa hadir dalam misa tersebut.
Hadir dalam misa tersebut Kardinal Julius Darmaatmadja, 33 Uskup se-Indonesia, dan 4 Uskup emeritus serta sejumlah imam dari berbagai tarekat, rohaniwan-rohaniwati, beberapa duta besar negara sahabat, serta umat.
Sejak pukul 16.30 WIB, umat sudah mulai memasuki pelataran Gereja Katedral Jakarta untuk mengikuti perayaan Ekaristi.
Pada pukul 17.00 WIB, satu jam sebelum Misa Penutupan Sidang Sinodal KWI 2018 dimulai, Mgr. Ignatius Suharyo beserta seluruh Uskup yang hadir memasuki area di depan Museum Katedral.
Sore ini museum yang berada di samping Gereja Katedral itu diresmikan penggunaannya oleh Mgr. Ignatius Suharyo dengan penandatanganan batu prasasti dan pembukaan selubung museum Katedral.
"Tanpa tahu sejarah kita tidak mampu mengenal nilai-nilai keutamaan yang tumbuh mekar karena bimbingan Tuhan hingga KAJ (Keuskupan Agung Jakarta) menjadi seperti sekarang ini," kata Mgr. Suharyo dalam sambutannya.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa museum ini diharapkan tidak hanya menyimpan benda mati tetapi dapat menghidupkan kembali ingatan masa lalu agar umat KAJ dapat mengetahui sejarah KAJ pada 211 tahun lalu.
Ketua KWI yang baru saja terpilih itu juga mengajak umat Katolik KAJ untuk terus memikul tanggung jawab sejarah serta terus merawat nilai-nilai keutamaan sebagai murid-murid Kristus untuk menggerakkan dan mewartakan kerajaan Allah.
Museum Katedral lama, yang telah diresmikan oleh Mgr. Julius Darmaatmadja pada 28 April 1991, sudah tidak mampu lagi menampung berbagai benda bersejarah yang telah terkumpul.
Museum Katedral yang diprakarsai oleh RP Rudolf Kurris SJ ini pada awalnya berada di lantai dua, atau ruang balkon Katedral. Kini, museum itu telah dipindah ke sebuah ruangan khusus di sebelah toko buku Katedral Jakarta.
Oleh Pater Kurris, museum ini awalnya dimaksudkan untuk membangkitkan rasa cinta dan kagum terhadap masa lampau dan memperkaya pengetahuan generasi muda tentang benda-benda sejarah. Di dalam museum ini terdapat benda-benda yang menunjukkan sejarah perkembangan agama Katolik di Indonesia serta berbagai koleksi dari para kardinal maupun pemberian Paus.
Salah satu benda bersejarah yang cukup menarik adalah sebuah mesin ketik kuno dan beberapa benda milik Pater Kurris SJ. Di samping itu terdapat juga foto-foto kuno pada saat pembangunan Gereja Katedral sekitar 1891-1901.
Selain itu, ada piala dan patena yang diberikan oleh Paus Yohanes Paulus II saat berkunjung ke Katedral pada 1989.
Museum Katedral ini dibuka untuk umum setiap hari, kecuali Jumat. Para pengunjung tidak dipungut biaya masuk, tetapi harus mengisi buku tamu terlebih dahulu.
Setelah penandatanganan prasasti, Mgr. Suharyo disertai dengan para Uskup yang hadir memasuki Gereja Katedral untuk merayakan Ekaristi bersama.
Perayaan Ekaristi dimulai pada pukul 18.00 WIB dan dipimpin oleh Mgr. Piero Pioppo sebagai selebran utama.
Ia didampingi oleh Mgr. Ignatius Suharyo dan Mgr. Antonius Subianto OSC, sebagai Ketua dan Sekretaris Jenderal KWI yang baru saja terpilih untuk periode 2018-2021.
Homili dibawakan dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris, dan Italia) oleh Nunsius yang menyampaikan pesan Injil tentang orang kusta yang pandai bersyukur (Luk. 17: 11-19).
"Marilah kita memiliki kebiasaan untuk bersyukur dan membuka diri, berkomunikasi dan membangun jembatan perdamaian, harmoni, dan kesatuan dengan sesama," ungkapnya.
Selanjutnya, ia menegaskan agar hal ini menjadi dasar untuk menjadi saudara dan saudari bagi yang lain. Juga, ia berharap agar umat mampu menciptakan hati yang bersyukur dan berbagi demi kebaikan bangsa, Gereja dan umat manusia.
Selain itu, ia juga mengajak umat untuk terus meneladan seorang kusta yang mau kembali kepada Yesus untuk bersyukur atas apa yang dilakukan-Nya.
Di akhir misa, Sekretaris Eksekutif RD. Siprianus Hormat secara resmi mengumumkan para fungsionaris KWI yang baru saja terpilih pada akhir Sidang Sinodal KWI di Bandung, Selasa kemarin.
Disebutkan bahwa Mgr. Ignatius Suharyo dan Mgr. Anton Bunjamin OSC terpilih kembali sebagai Ketua dan Sekretaris Jenderal KWI untuk periode 2018-2021.
Setelah perayaan Ekaristi selesai diadakan sesi foto bersama para uskup dan dilanjutkan ramah tamah di koridor kaca samping Gereja Katedral. Sementara itu, umat menikmati makanan yang telah disediakan di stan-stan. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved