Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) berkomitmen untuk terus membantu Indonesia dalam pengembangan sistem transportasi publik massal yang modern dan efisien di Indonesia.
JICA merupakan pihak yang memfasilitasi pendanaan proyek mercusuar Moda Raya Terpadu atau Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Pelopor trasportasi publik urban itu dijadwalkan mulai beroperasi pada Maret 2019.
"MRT Jakarta merupakan salah satu loan project yang dibiayai oleh JICA," ujar Adachi Hiroaki, perwakilan JICA untuk Indonesia, saat memberikan Kuliah Umum di Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia (UI), Depok, Rabu (14/11).
Adachi mengungkapkan, ada sekitar 17 ribu tenaga ahli JICA di Indonesia dan tercatat ada sekitar 44 ribu orang Indonesia yang menjalani pelatihan di 'Negeri Sakura' atau rata-rata 730 orang per tahun.
Kontribusi JICA itu tersebar di berbagai kegiatan, mulai dari mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan masyarakat yang stabil dan setara, hingga membantu program pembangunan berkelanjutan. "Jadi, sesungguhnya Indonesia merupakan salah satu partner terbesar bagi Jepang. Begitupun sebaliknya, Jepang adalah negara partner terbesar bagi Indonesia, tandasnya.
Baca juga: Menhub Minta Pengelolaan Sarana Transportasi Berjalan Baik
Terkait kerja sama di bidang transportasi perkotaan, ia menjelaskan populasi Jabodetabek terus meningkat dari tahun ke tahun, dari 27 juta pada 2015 menjadi 37 juta jiwa pada 2030. Di sisi lain, pertumbuhan jumlah sepeda motor dan mobil juga meningkat signifikan sebesar 1.425% dan 315% masing-masing.
Jakarta, lanjutnya, diprediksi akan menjadi kota paling padat penduduknya pada 2030. Pada tahun itu, Ibu Kota Indonesia ini akan mengalahkan Tokyo yang menempati posisi kedua, Karachi (Pakistan), Manila (Filipina), dan Kairo (Mesir). "Dengan demikian, pertumbuhan penduduk dan kendaraan bermotor tadi akan menciptakan masalah lalu lintas yang parah," kata dia.
Mengatasi masalah itu, Adachi mengatakan pemerintah Indonesia berencana meningkatkan rasio trasnportasi publik--pada 2017 baru 20%--ke angka 60% pada 2029. Jika terealisasi, jelasnya, angka itu hampir menyamai level Tokyo dan London. "JICA telah mendukung revisi rencana induk transportasi perkotaan Jabodetabek," tegas Adachi.
Mengenai pembangunan MRT, ia menyebut proporsi konten lokal berkait produk dan layanan mencapai sekitar 65% atau hanya 35% porsi yang dimiliki Jepang. Tantangan ke depan, menurutnya, JICA dan pemerintah Indonesia berencana meningkatkan konektivitas antara MRT dan transportasi-transportasi publik lainnya. "Yang kita inginkan bagaimana Stasiun Dukuh Atas MRT ini bisa seperti Stasiun Shinjuku (Tokyo). Inilah tantangan kita selanjutnya," tandasnya. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved