Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ADVENTURE Documentary Festival (ADF) kembali menggelar festival edukasi sejarah untuk meningkatkan literasi sejarah masyarakat Indonesia.
Tahun ini, ADF bersama Bank Indonesia (BI) mengembangkan industri kreatif berbasis sejarah sekaligus menyosialisasikan peran dan fungsi BI sebagai Bank Sentral di Indonesia.
ADF juga bekerja sama dengan Yayasan Pelabuhan Mimpi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama-sama memproduksi edukasi publik berupa audio visual dan penulisan buku sejarah seni dan jelajah budaya kota Jakarta.
Di antaranya memproduksi film layar lebar berjudul 'Jacatra Secret' dan 'Sarcophagus Onrust' disadur dari novel yang dilatari sejarah Jakarta.
Dwi Mukti Wibowo, Deputi Direktur Departemen Komunikasi BI, bersama para sutradara film yang terdiri atas Ray Nayoan, Anggy Umbara, Joe Harris, dan Samuel Sudarmaji turut mendukung memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang terdiri dari komunitas, sejarawan, kreator, dan mahasiswa di Gedung Perpustakaan Nasional.
"Bank Indonesia memiliki sejarah penting dalam pergerakan perbankan pembangunan Indonesia.
Untuk itu masyarakat khususnya kelas produktif, harus mengenal peranan Bank Indonesia sebagai bank sentral yakni lembaga yang memegang simpanan bank lain dan menggunakannya untuk settlement pembayaran antar bank," ujar Dwi dalam keterangannya Kamis (8/11).
Ia juga berharap masyarakat produktif cermati dalam membedakan uang asli dan uang palsu, sehingga tidak dirugikan, dan lebih berhati-hati dalam menggunakan alat pembayaran uang.
Pentingnya pembelajaran mengenai sejarah Bank Indonesia, maka masyarakat juga diajak untuk mengenal jenis-jenis uang yang telah bergulir di Indonesia sejak awal BI berdiri.
Sutradara Anggy Umbara mengatakan program ini merupakan rangkaian acara Secret File History of Jakarta yang digagas oleh Adventure Documentary Festival Academy (ADFA) didukung Pemprov DKI guna mendukung Kota Jakarta sebagai Kota Warisan Budaya yang tak terlupakan. Setelah itu berlanjut petualangan dokumenter ke Kota Tua Jakarta, Pulau Onrust, dan Taman Prasasti.
"Setelah itu peserta melakukan screening film bersama kami para sutradara film untuk me-review hasil film selama mengikuti petualangan dokumenter di Pulau Onrust dan Kota Tua.
Petualangan dokumenter diisi dengan penelusuran sejarah Sven Verbeek Wolthuys di Museum Taman Prasasti, paparan Rizki Ridyasmara penulis novel laris berjudul 'Jacatra Secret' yang menyibak simbol arsitektur Kota Jakarta, dan 'Sarcophagus Onrust' karya Astryd Diana Savitri mengenang kisah Maria van de Velde dalam fiksi," ungkap Anggy.
Pameran juga menampilkan hasil lomba gambar Kring-kring Pos Melody Kebangsaan dari Yayasan Sekar Nusa.
Tak kalah penting filateli Indonesia Pos dan Telekomunikasi turut mengisi pameran, selain wujud koleksi benda sejarah, juga sebagai salah satu alat pembayaran dalam bentuk perangko. Lutfi sebagai senior dan pakar filateli memamerkan koleksi-koleksinya.
"Sebagai pengembangan informasi berbasis sejarah Jakarta, pengunjung membeli buku-buku sejarah karya Pater Adolf Heuken, Scott Merrillees yang telah setia mengupas kota Jakarta hingga kini, serta informasi berharga mengenai sarkofagus Belanda yang dipaparkan oleh Dr Lilie Suratminto arkeolog dari Universitas Indonesia," ucap Ray.
Diakui Program Secret File History of Jakarta yang digagas oleh ADFA memiliki makna penting di era milenial kini. Arus digital yang berkembang cepat diharapkan dapat dimanfaatkan secara bijaksana bukan dijadikan ajang hoaks atau mengujar kebencian dan berita bohong.
Maka melalui kegiatan ini generasi muda (pelajar, mahasiswa, komunitas, masyarakat umum) diajak melakukan kegiatan positif dan seru untuk diikuti terkait penelusuran sejarah Jakarta, dengan membuka file-file berharga yang menarik untuk digali.
Dengan demikian penggunaan gawai maupun perangkat digital dapat lebih bermanfaat, untuk menyiarkan sumber-sumber informasi yang bermakna, apalagi Jakarta masih memiliki segudang sejarah yang perlu diungkap dan sangat penting untuk ditelusuri, serta diketahui fakta keberadaannya.
Dengan adanya para kreator, generasi muda dibantu mengolah sumber sejarah menjadi karya kreatif yang fun, sehingga mereka tak akan berhenti mengenal sejarah Jakarta. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved