Penelitian Buktikan Polusi Udara Berkaitan dengan Autisme

(Phys.org/Rkp)
10/11/2018 05:35
 Penelitian Buktikan Polusi Udara Berkaitan dengan Autisme
(CC0 PUBLIC DOMAIN)

PENYEBAB autisme sangat kompleks dan tidak sepenuhnya dapat dipahami. Namun, baru-baru faktor lingkungan semakin diakui, selain faktor genetik dan faktor lain.

Pernyataan itu diperkuat dengan hasil studi di Shanghai, Tiongkok, yang menemukan paparan partikel halus (PM2.5) dari pembuangan kendaraan, emisi industri, dan sumber polusi luar ruangan lain meningkatkan risiko gangguan spektrum autisme (ASD) hingga 78%.

Studi yang melibatkan 124 anak ASD dan 1.240 anak sehat secara bertahap selama periode sembilan tahun itu bertujuan meneliti efek paparan jangka panjang polusi udara pada ASD selama kehidupan awal anak-anak di negara berkembang.

Studi juga meneliti efek kesehatan dari tiga jenis partikulat, yaitu PM1, PM2.5, dan PM10. Ketiganya ialah partikel udara halus (produk sampingan emisi pabrik, polusi kendaraan, aktivitas konstruksi, dan debu jalan). Semakin kecil partikel udara, semakin mampu ia menembus paru-paru dan memasuki aliran darah dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan.  

Yuming Guo, dari Universitas Monash, mengatakan polusi udara global semakin buruk. Bahkan, paparan partikel halus yang sangat kecil dapat dikaitkan dengan kelahiran prematur dan berbagai kondisi kesehatan, termasuk jantung. (Phys.org/Rkp)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya