Inovasi KLHK Top 40, Wakili Indonesia di Kompetisi Dunia

Antara
07/11/2018 12:10
Inovasi KLHK Top 40, Wakili Indonesia di Kompetisi Dunia
(Ist)

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan meraih penghargaan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik 2018. Penghargaan diserahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, saat pembukaan International Public Service Forum, Rabu (7/11), di Jakarta Convention Center.

Penghargaan berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini berhasil diraih KLHK melalui inovasi Sistem Informasi Legalitas Kayu (SILK), yang menjadi solusi untuk menjawab tantangan global perdagangan kayu legal.

Top 40 Inovasi Pelayanan Publik 2018 merupakan inovasi yang dikategorikan outstanding (terpuji) hasil seleksi dari Top 99. SILK berhasil terpilih dari 2.824 inovasi yang ikut kompetisi. SILK juga menjadi satu-satunya inovasi pelayanan publik wakil dari Indonesia yang dikirim Menpan-RB ke OECD dalam kompetisi 'Observatory of Public Sector Innovation' tingkat dunia.

Inovasi SILK merupakan platform online pertama di dunia, untuk penerbitan dokumen penjaminan legalitas kayu. Sampai dengan 24 Oktober 2018, melalui platform SILK telah diterbitkan sebanyak 920.133 Dokumen V-Legal, dan Lisensi FLEGT yang menyertai ekspor produk kehutanan ke pasar dunia dengan total nilai ekspor kurang lebih US$52 miliar.

''Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas prestasi ini. Karena inovasi adalah satu dari tiga elemen pokok kemampuan daya saing, selain resources, dan efektivitas manajemen,'' kata Menteri LHK, Siti Nurbaya, usai menerima penghargaan.

SILK merupakan sistem pelacakan yang disusun untuk memastikan legalitas sumber kayu yang beredar dan diperdagangkan. Dengan sistem ini, maka akan dapat menjamin legalitas produk kayu sehingga dapat meningkatkan daya saing ekspor produk Indonesia.

''Kita satu-satunya negara yang sudah pakai sistem legalitas kayu dalam perdagangan kayu di Eropa, sehingga tidak perlu lagi due diligence,'' ungkap Siti.

SILK bukti wujud komitmen Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo untuk memberantas pembalakan liar (illegal logging), mengurangi pencurian kayu yang diseludupkan ke negara lain seperti yang banyak dilakukan dulunya, serta meningkatkan perdagangan kayu legal.

''Jadi saya sampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran staf atas kerja kerasnya. Menyusun sistem dan pola legalitas kayu ini cukup lama, baru jadi 2-3 tahun ini, setelah perintisannya sejak 11-12 tahun lalu,'' kata Menteri.

Meski mendapat banyak tantangan, ditegaskan Siti, pihaknya tetap yakin inovasi SILK dapat memberi kontribusi terbaik bagi Indonesia.

''Memang dibutuhkan keberanian dan keyakinan diri. Saya saat memutuskannya yakin, dan artikulasinya memang cukup berat, tapi kita terus bekerja yang terbaik untuk Indonesia,'' tegasnya. (OL-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya