Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMILIKI seorang anak merupakan anugerah dan perhiasan hidup. Secara naluri, setiap manusia mendambakan kehadiran seorang anak sehingga merasa belum sempurna hidupnya jika belum memiliki anak.
Kehadiran seorang anak juga merupakan amanah dan anugerah dari sang Maha Kuasa sehingga anak harus dijaga dengan sebaik-baiknya dan diberi kasih sayang sepanjang masa.
Hal ini lah yang mendasari seorang ayah dari gadis remaja bernama Priscilla atau biasa dipanggil 'Pece', Jacobus Dwihartanto, dalam meluncurkan buku perdananya berjudul 'Priscilla, My Beautiful Fighter' di Aula Sekolah Santa Ursula, Pasar Baru, Jakarta, Oktober lalu.
Terinspirasi dari pengalaman pribadi yang dialami oleh sang penulis, yang memiliki anak remaja periang dan aktif di masa kehidupan remajanya sampai harus menerima kenyataan pahit divonis penyakit yang menakutkan untuk semua orang yaitu kanker otak, buku ini menjadi pilihan bacaan inspiratif bagi pembaca bahwa tidak ada hal yang sulit jika memiliki iman dan pengharapan, karena akhirnya segala sesuatu akan indah pada waktunya.
"Saya merasa terpanggil dan antusias dapat meluncurkan 'Priscilla, My Beautiful Fighter'.
Buku ini bertujuan menginspirasi para orangtua dalam menghadapi cobaan hidupnya, terutama memiliki sang buah hati yang divonis suatu penyakit," ujar Jacobus, penulis sekaligus ayah kandung mendiang Priscilla, dalam keterangannya, Minggu (4/11).
Priscilla ialah seorang perempuan yang lahir pada 14 Mei 1997. Priscilla lahir setelah penantian selama tiga tahun Jacobus dan sang istri yang sangat ingin memiliki buah hati.
Buku 'Priscilla, My Beautiful Fighter' berisi kisah nyata perjalanan keseharian semasa hidup Priscilla dari ia dilahirkan hingga akhirnya harus kalah oleh penyakit kanker otak.
Lahir sebagai anak yang aktif dan ceria, Priscilla divonis kanker otak pada 2011.
Sebagai seorang penulis, Jacobus Dwihartanto mengatakan, peluncuran buku 'Priscilla, My Beautiful Fighter' bertujuan menginspirasi para orangtua dalam menghadapi cobaan hidup mereka, terutama memiliki sang buah hati yang divonis penyakit menakutkan.
"Saya ingin berbagi mengenai perjalanan hidup saya sebagai orang tua khususnya ayah meski di hati merasa sakit tetapi harus tetap bangkit untuk keluarganya dan tetap memberi semangat dan tetap harus mengambil alih kepemimpinan," tutur dia.
Proses penulisan itu sendiri membutuhkan waktu selama setahun, mulai mengumpulkan keping demi keping pemikiran yang dituangkan dalam tulisan di buku harian, laptop, blog, sampai posting-an di Twitter dan Instagram.
Buku 'Priscilla, My Beautiful Fighter' yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama dengan tebal 308 halaman dibanderol Rp125.000 dan tersedia di seluruh jaringan Gramedia mulai 1 Oktober 2018.
Seluruh royalti dari penjualan buku ini disumbangkan melalui Yayasan Maria Priscilla Dwihartanto yang memfokuskan pelayanan dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Di bidang kesehatan, saat ini sedang dibangun rumah sakit dengan nama Priscilla Medical Center (PMC) yang direncanakan mulai beroperasi pada pertengahan 2019. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved