Berdayakan KAT agar Tanggap Bencana

(Put/H-3)
07/11/2018 05:55
Berdayakan KAT agar Tanggap Bencana
(Putri Yuliani )

PEMBERDAYAAN komunitas adat terpencil (KAT) perlu mengedepankan aspek mitigasi bencana untuk meminimalkan risiko. Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan hal itu dalam pertemuan pemberdayaan KAT di Kantor Kemensos RI, Jakarta, kemarin.

Menurut Agus, penekanan pentingnya mitigasi bencana itu juga berdasarkan arahan presiden dalam rapat kabinet. "Penelitian BMKG maupun Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menyebutkan hanya segelintir wilayah Indonesia yang bebas dari bencana alam," kata Agus.

Ia pun menuturkan koordinasi dengan berbagai pihak juga harus ditingkatkan guna melakukan upaya pemberdayaan KAT. Seperti untuk kebutuhan akan penempatan lokasi tempat tinggal bagi para suku yang mendapat program pemberdayaan KAT, peran Kementerian Agraria dan Tata Ruang sangat dibutuhkan.

Tidak hanya untuk memberikan titik-titik relokasi, tetapi juga memberikan rekomendasi lokasi-lokasi yang aman bagi KAT.

Pada bagian lain, Mensos mengatakan akan menerapkan pola integrasi pembangunan di lokasi pemberdayaan KAT, dengan mencontoh keberhasilan di Kabupaten Asmat, Papua.

Bupati Asmat Elisa Kambu menerangkan ada dua lokasi tempat tinggal KAT yang bisa diberdayakan di wilayahnya. Dua lokasi kini telah menjadi dua ibu kota kecamatan.

"Di sana tidak hanya ada rumah, tapi juga sekolah, pusat kesehatan. Juga ada gereja atau tempat ibadah yang menjadi tempat pendidikan bagi anak sehingga masyarakat terlayani fokus di satu titik dan ini memudahkan."

Antropolog dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rusmin Tumanggor, merekomendasikan agar pemerintah secara bertahap bisa mengubah pola mata pencarian dari berburu dan meramu menjadi bertani atau beternak.

"Misalnya di Papua yang berharga ialah babi. Nah, bisa saja babi itu diekspor. Jadi tidak meninggalkan adat, tetapi tetap bisa membantu kehidupan mereka."





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya