Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERCEPATAN dan optimalisasi pembangunan daerah perlu didorong semaksimal mungkin untuk mewujudkan keberhasilan pembangunan nasional. Oleh karena itu, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi amat dibutuhkan untuk menelurkan inovasi-inovasi baru dalam mengangkat potensi lokal.
Menurut Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko, berbagai problem ketimpangan selama ini terjadi akibat pendekatan pembangunan yang bersifat sentralistis dan kurang memperhatikan kondisi daerah. Akibatnya, potensi lokal yang bisa menjadi sumber pembangunan tidak tergali.
"Peranan iptek melalui hasil-hasil riset bisa dimanfaatkan secara optimal dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat serta memberikan nilai tambah. Hal itu demi mendorong percepatan pembangunan di daerah dan mengikis kesenjangan," ujarnya dalam diskusi Kolaborasi Iptek dalam Peningkatan Daya Saing Daerah di arena Indonesia Science Expo (ISE) 2018, Sabtu (3/11).
Menurutnya, kerja sama multipihak dari kalangan pemerintah daerah, lembaga penelitian, swasta, dan masyarakat untuk mendukung pembangunan di daerah perlu diperkuat. Salah satu strateginya ialah pemberdayaan masyarakat melalui pemasyarakatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kerja sama diseminasi, kolaborasi penelitian, dan pemanfaatan bersama, lanjut Laksana, diharapkan juga akan mendorong penguatan inovasi daerah yang berujung pada penguatan daya saing ekonomi.
"Peran lembaga riset ialah mendiseminasikan, memobilisasi, dan menerapkan menerapkan produk iptek untuk pemberdayaan masyarakat. Lembaga riset ialah penyedia teknologi. Proses sosialisasi krusial dalam meyakinkan masyarakat pentingnya iptek dalam meningkatkan kehidupan," tuturnya.
Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam pembukaan ISE pada Kamis (1/11), sambungnya, penguasaan iptek di era revolusi industri 4.0 sangat dibutuhkan. Pasalnya teknologi telah mengubah cara hidup bangsa dalam berbagai lini kehidupan. "Lembaga penelitian harus mampu menghadapi tantangan tersebut," imbuhnya.
Lampaui target
Gelaran ISE 2018 yang berlangsung sejak Kamis (1/11) resmi ditutup kemarin. Secara total, lebih dari 45 ribu pengunjung datang ke pameran iptek tersebut. "Jumlah ini melebihi target kami yakni 40 ribu pengunjung," ujar Plt Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, Yan Rianto, yang juga merangkap sebagai Ketua Panitia ISE 2018.
Laksana Tri Handoko mengungkapkan harapannya agar penyelenggaraan ISE tahun depan bisa lebih besar dengan mengikutsertakan lebih banyak peserta. "Tentunya harapannya tahun depan kami bisa menyelenggarakan acara yang lebih besar. Levelnya pun ditargetkan meningkat menjadi level internasional," katanya.
ISE diselenggarakan sejak 2016 oleh LIPI dengan tujuan menyebarluaskan kecintaan terhadap sains serta mendekatkan sains kepada masyarakat. Selama ini sains kerap menjadi lingkup pengetahuan yang dianggap sulit dan jauh dari publik. "Sains di sini kami kemas dengan menarik dan sederhana agar dapat dipahami dengan mudah," terangnya. (Put/ H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved