Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERHASILAN Indonesia menyelenggarakan Our Ocean Conference (OOC) 2018 membuktikan komitmen Indonesia sebagai negara maritim untuk berperan aktif dalam menyelesaikan persoalan kemaritiman.
Selain mendulang 287 komitmen baru selama dua hari diselenggarakan, OOC 2018 juga menandai babak baru penyelesaian persoalan kemaritiman pada konstelasi global menjadi lebih terukur dan transparan.
Sebabnya ialah pemerintah Indonesia telah menggagas Review Mechanism yang memungkinkan seluruh komitmen yang telah dibuat selama lima kali diselenggarakannya acara tahunan itu dapat dilihat sukses dan progresnya.
Review Mechanism juga telah lebih dulu digunakan untuk mengukur 663 komitmen yang sudah dibuat sejak 2014-2017.
“Pertama, sejak pertama kali penyelenggaraan OOC pada 2014 hingga 2017 terkumpul 663 komitmen. Di mana sepertiga atau 206 komitmen telah terselesaikan,” jelas Anastasia Kusumawardani, Tim Pengawal Komitmen OOC 2018 dalam konferensi pers di BNDCC, Nusa Dua, Selasa (30/10).
Pada OOC 2018, tambah Anastasia, pertemuan maritim tahunan itu menghasilkan 287 komitmen dengan nilai yang dicapai sekitar US$10,7 miliar. Hal itu juga menggambarkan bahwa sepertiga negara-negara di dunia sudah menunjukkan kepedulian dalam aksi menyelamatkan laut.
Anastasia mengelaborasikan masa berlaku tiap-tiap komitmen beragam tetapi rata-rata ialah 3-4 tahun.
Indonesia mengajukan 23 komitmen baru dalam pertemuan tahun ini, meningkat dari komitmen yang berani diajukan Indonesia tahun lalu, yakni 10, sedangkan komitmen pendanaan baru yang diajukan Indonesia mencapai US$500 juta.
Tahun ini komitmen yang disampaikan delegasi maupun para pihak terkait melalui mekanisme yang berbeda, yakni dengan menyertai target indikator sehingga komitmen tersebut menjadi terukur dan dapat ditagih sewaktu-waktu progresnya tidak memuaskan.
Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antarlembaga Suseno Sukoyono mengemukakan, nantinya mekanisme review tersebut akan dikukuhkan menjadi bahasa diplomasi dunia sehingga hasil review terhadap komitmen terkait dengan kemaritiman akan memengaruhi juga posisi geopolitik suatu negara di mata internasional.
“Nanti akan disusun sistem review yang sifatnya think tank dunia makanya fokus antara dua, menteri teknis sama menteri luar negeri. Jadi sekarang kita kalau ngecek bukan cuma teknis aja, tapi itu jadi bagian dari diplomasi.”
Pionir kemaritiman dunia
Selain menggagas ide review mechanism, penyelenggaraan OOC 2018 juga menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang unggul di sisi kemaritiman.
Indonesia merupakan negara di regional Asia Tenggara pertama yang menjadi tuan rumah OOC setelah Amerika Serikat, Cile, dan Malta. Sebagai salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia tentu saja Indonesia sangat berkomitmen dalam menjaga kelestarian pantai dan laut dari persoalan kemaritiman seperti polusi air.
“Indonesia menunjukkan kepemimpinan dalam berbagai isu global terkait perlindungan maritim dan kami sangat bersyukur sebab kami membutuhkan dukungan semua negara,” ujar Direktur Asia Pasifik UNEP Dechen Tsering secara terpisah.
Pujian juga datang dari tuan rumah OOC 2019, yakni Menteri Perikanan Kerajaan Norwegia, Harald Nesvik. “Saya sangat terinspirasi dengan cara Indonesia mengatasi illegal fishing,” sebutnya dalam sambutan penutupan.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastusi mengatakan bahwa laut seharusnya memang diarustengahkan tiap kali membahas keberlanjutan bumi mengingat laut mencakup lebih dari 70% muka bumi. Indonesia, sebagai negara maritim yang luas lautnya lebih besar dari pada luas daratan pun harus berperan dalam penyelamatan laut, alih-alih menyumbang sampah pelastik ke lautan.
“Setiap kita membahas perubahan iklim seharusnya memang laut itu lebih diperhatikan dari pada darat. Laut itu 70% luas muka bumi bagaimana nasib kita jika laut terdampak perubahan iklim?” Ucap Susi.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menekankan pentingnya mengambil komitmen dan kebijakan berdasarkan pada hasil kajian ilmiah. Dengan demikian, hasilnya tepat sasaran.

Salah satu yang menjadi highlight dalam kesuksesan OOC 2018 adalah munculnya stakeholder terutama private sector dan kaum muda yang mengusung teknologi dan inovasi terobosan baru, menawarkan solusi serta peluang bisnis baru yang turut meramaikan komitmen yang didulang OOC.
“Hal yang mengejutkan adalah komitmen yang disampaikan tahun ini tak lagi didominasi oleh pemerintah, namun juga berimbang dengan stakeholder seperti non-government organization, sektor swasta, dan filantropis, atau perserorangan,” ujar Anastasia.
Komitmen swasta
Sejumlah perusahaan global yang menyampaikan komitmen mereka dalam penyelamatan lautan antara lain, Daihatsu. Perusahaan yang telah berkomitmen dalam program pelestarian penyu sejak 2011 itu berkomitmen untuk mendukung lima konservasi penyu di Indonesia, termasuk pembangunan konservasi Penyu di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, yang telah diresmikan sebagai Pusat Konservasi Penyu oleh Presiden Republik Indonesia.
Hingga 2018 Daihatsu telah mendukung 10 konservasi penyu dan melepas 351 ribu tukik ke lautan. “Daihatsu aktif dalam program CSR, melalui pilar Hijau Bersama Daihatsu untuk terus meningkatkan kualitas pelestarian lingkungan dan upaya-upaya untuk pengelolaan konservasi penyu dalam mendukung program pemerintah. Semoga komitmen Daihatsu ini dapat mendukung pelestarian penyu sebagai warisan dunia bagi generasi mendatang,” ujar Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved