Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Agama Lukman Hakim Saefuddin menyampaikan tujuh catatan dari agamawan dan budayawan tentang relasi agama dan budaya di Indonesia untuk menjadi perhatian serius bagi pemerintah.
"Catatan tersebut yaitu pertama menyatakan prihatin atas terjadinya gesek-an di kalangan masyarakat terkait budaya dan agama," kata Menag saat menutup Sarasehan Agama dan Budaya di Rumah Tembi, Desa Timbulharjo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kemarin.
Catatan kedua, lanjut Menag, ialah menyeru kepada para tokoh agama untuk menanamkan kesadaran kepada masyarakat bahwa tujuan akhir dari ajaran agama ialah untuk membentuk akhlak mulia.
"Dengan masyarakat berinteraksi sosial secara tertib, toleran, saling menghormati satu dengan lainnya, berperilaku sabar dan menahan diri, serta bersyukur atas anugerah keragaman bangsa Indonesia," tegasnya.
Ketiga, menyeru kepada para tokoh budaya untuk terus mengembangkan produk-produk kebudayaan, dengan menghargai karakter dasar masyarakatIndonesia yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai religiositas.
"Keempat, mendorong pemerintah untuk mengembangkan model pendidikan yang dapat menciptakan jembatan antara religiositas, nasionalitas, dan etnisitas bangsa Indonesia," katanya.
Catatan kelima, kata Menag, mendo-rong pemerintah agar menjadikan karya seni, karya sastra religiositas, serta artefak-artefak kebudayaan lokal sebagai bagian dari kurikulum pendidikan dalam rangka membentuk kebanggaan atas identitas keragaman dan kebudayaan bangsa Indonesia.
Adapun keenam, lanjut Menteri Lukman, mendorong pemerintah dan para penyelenggara pendidikan untuk secara sistematis dan berkelanjutan menanamkan ajaran-ajaran moral dasar, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda.
"Terutama tentang nilai kerja sama, tanggung jawab, kejujuran, disiplin, mandiri, dan ajaran untuk tidak menerima sesuatu yang bukan haknya," kata Menag
Terakhir yaitu menyeru kepada semua pihak agar melakukan internalisasi nilai dan moral agama secara substantif, menghindari pemikiran diskriminatif terhadap tafsir keagamaan lain.
"Menyadari bahwa keragaman adalah takdir dan anugerah Tuhan kepada bangsa Indonesia, serta menjadikan spi-ritualitas sebagai basis kemanusiaan dan kebudayaan yang autentik," katanya.
Catatan itu dirumuskan agamawan dan budayawan setelah dua hari (2-3/11)mengikuti Sarasehan Agamawan dan Budayawan dengan mengambil tema Reaktualisasi relasi agama dan budaya di Indonesia. Hadir dalam sarasehan itu budayawan dan tokoh agama seperti Radhar Panca Dahana, Sujiwo Tedjo, Ridwan Saidi, Wisnu Bawa Tenaya, Agus Noor, KH Abdul Muhaimin, Biksu Sri Pannavaro, Fatin Hamama, Amin Abdullah, dan John Titaley.
Berpegang pada Pancasila
Budayawan Sudjiwo Tedjo, dalam menanggapi hal itu, mengatakan jika ada konflik antara agama dan kebudayaan, yang dipegang ialah sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa.
Dia mencontohkan upacara sedekah bumi atau sedekah laut yang turun-temurun patut dilakukan asal tujuannya untuk berterima kasih kepada Tuhan, bukan kepada laut. "Dari situ titik temu antara agama dan kebudayaan," ujar Sudjiwo Tedjo. (Ant/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved