Kolaborasi untuk Kebaikan Pendidikan SMK

(Des/M-4)
03/11/2018 04:15
Kolaborasi untuk Kebaikan Pendidikan SMK
(MI/SUMARYANTO BRONTO)

KESUKSESAN SMK di Kudus tentu tidak telepas dari pihak-pihak yang mendukung fasilitas agar SMK ini bisa bersaing di dunia nasional dan internasional. Pihak yang terlibat ini tentunya ialah yayasan bakti pendidikan Djarum Foundation dan Kemendikbud. Primadi H Serad merupakan sosok di balik keterlibatan bakti pendidikan Djarum Foundation dan ia juga menjabat sebagai program director di Djarum Foundation.

“Kudus ini memang kampung halaman kami, kami ingin masyarakat Kudus mendapatkan pekerjaan yang baik. Tidak harus di Kudus, tapi di mana pun di seluruh dunia. Kita dalam 12 hingga 15 tahun lagi akan mengalami yang dinamakan bonus demografi yang menyatakan lebih dari 100 juta tenaga terampil akan dibutuhkan oleh bangsa ini,” ungkap Primadi H Serad yang biasa dipanggil Prim ini.

Tenaga terampil yang dibutuhkan Indonesia tentunya bukan hanya dari lulusan sarjana, melainkan juga ada yang dari lulusan SMK. “Jadi program kita adalah program yang bukan atas permintaan masyarakat, tapi atas permintaan industri,” lanjut Prim.

Prim juga megakui bahwa ke­salahan Industri saat ini bahwa­sanya kebanyakan hanya memberikan bantuan dalam bidang tertentu saja tanpa melihat banyak hal lain yang justru menghambat dan malah kurang membantu dalam urusan pendidikan ini.

Selanjutnya, Prim menjelaskan bahwa Djarum Foundation tidak akan memberikan alat jika para guru belum mengerti betul cara penggunaannya.

Direktur Pembinaan Kemendikbud, Bakrun Dahlan, menyatakan apa yang diajarkan di sekolah itu nanti memang diperlukan di industri. “Kemudian selain itu, kita bicara tentang pengembangan ke depan.”

Dia menambahkan Djarum Foundation merupakan peru­sahaan yang konsisten dan fokus untuk membantu dalam meng­urus permasalahan SMK ini. (Des/M-4)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya