Kalangan Start Up Mesti Melek Digital Marketing

Syarief Oebaidillah
01/11/2018 21:10
Kalangan Start Up Mesti Melek Digital Marketing
(Ist)

MEMASUKI era industri 4.0, para pelaku bisnis pemula yang lebih dikenal sebagai start up harus melek teknologi, khususnya dalam bidang digital marketing. Perubahan pola mengharuskan setiap pelaku usaha melakukan terobosan-terobosan, melihat persaingan dunia usaha yang semakin ketat.

"Kalangan start up mesti melek digital marketing atau pemasara digital agar tidak tertinggal dan terlibas oleh pesaing dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Terlebih memasuki era industri 4.0 yang kini tengah menjadi perhatian utama pemerintah kita agar kita semua elemen bangsa khususnya insan perguruan tinggi mesti siap menghadapinya," kata dosen Magister Management Universitas Budi Luhur (UBL), Dr Etty Susilowati, saat menjadi pembicara pada kegiatan Seminar Nasional Technopreunership dan Alih Teknologi (Tekno Altek) 2018 di International Convention and Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (1/11).

Kegiatan yang diselenggarakan LIPI tersebut dihadiri Presiden Joko Widodo dan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhamad Nasir serta jajaran terkait lainnya.

Melalui keterangan yang diterima hari ini, Etty Susilowati menjelaskan perilaku konsumen dalam mengambil keputusan. Bahwa seorang konsumen tidak begitu saja terjadi dalam pengambilan keputusannya. Dalam arti, keputusan terjadi melibatkan lebih dari satu orang.

"Keputusan mungkin saja melibatkan beberapa orang. Selain itu, keputusan bisa saja berubah-ubah dalam waktu yang singkat. Keputusan bersifat dinamis atau berubah seiring waktu, melihat dari proses yang terjadi," paparnya.

Hemat dia, dalam pengambilan keputusan pada proses bisnis yang berubah-ubah, maka menjadi alasan bagaimana sebuah bisnis perlu ditata sedemikian rupa, agar bisnis yang dijalankan dapat sesuai dengan kebutuhan yang ada.

"Kita mesti segera mengubah strategi pemasaran dan menyesuaikan degan lingkungan industrial saat ini agar persaingan yang cukup ketat ini dapat dimenangkan," tegas Etty yang juga seorang Lecture Preneur.

Sebelumnya, Menristek Dikti mengutarakan sinergi harmonis antara kalangan akademik, industri, dan pemerintah perlu dikedepankan dalam menghasilkan inovasi sehingga potensi yang ada dapat optimal serta berdampak luas bagi masyarakat.

Nasir menegaskan semua pihak mesti berkolaborasi antara lembaga riset, perguruan tinggi, dan swasta. Riset tidak cukup dengan publikasi saja juga harus komersialisasi. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya