Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK meningkatkan mutu pendidikan tinggi, kalangan insan akademik perguruan tinggi diimbay pemerintah khususnya melalui Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) agar menghasilkan riset dan publikasi di jurnal internasional.
Dalam kaitan itu, Founder and Chairman Research Synergy Foundation (RSF), Hendrati Dwi Mulyaningsih, menyatakan publikasi internasional sangat penting bagi akademisi yang ada di Indonesia. Namun sayangnya, kata dia, masih banyak hambatan yang menyebabkan mereka belum percaya diri mempublikasikan karya ilmiahnya.
"Adanya hambatan para akademisi untuk menerbitkan atau mempublikasikan karya tulis di jurnal internasional menjadi latar belakang RSF menciptakan sebuah platform untuk pemerataan kualitas akselerasi ilmu pengetahuan, berdasarkan ekosistem pendidikan dan publikasi,” ujar Hendrati lewat keterangan resminya yang diterima Media Indonesia, Kamis (1/11).
Hendrati menjelaskan RSF merupakan perusahaan sosial Indonesia pertama yang fokus pada pengembangan jaringan kolaboratif di antara peneliti, dosen, akademisi, dan praktisi. Dia mengutarakan pihaknya telah menyelenggarakan sebuah program bertajuk “Research Synergy Foundation (RSF) National Service Program Final Announcement” dalam bentuk Seminar nasional dengan tema “Combining Quantity & Quality Publication to Accelerate University Publication Rank” akhir Oktober ini di Bali.
Kegiatan tersebut dihadiri 10 perwakilan perguruan tinggi maupun institusi ternama di Indonesia yang merupakan hasil seleksi nasional sejak Agustus 2018. Mereka terdiri antara lain Universitas Udayana, Universitas Terbuka atau UT, Economics and Business School (FEB) Telkom University, Universitas Muslim Indonesia, Universitas Muhammadiyah Tangerang , Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi, Politeknik Keuangan Negara STAN, Open Data Research Center Telkom University, Universitas Sangga Buana YPKP, dan MES Kota Bandung.
Materi seminar yang dipaparkan pada seminar itu dibahas langsung para Co-Founder dan direktur RSF. Co-founder dan direktur publikasi RSF, Ani Wahyu Rachmawati membahas tentang pentingnya kualitas karya tulis, bahasa penyajian serta perilaku penulis kepada editor jurnal. Sedangkan Co-founder dan Direktur Global Network RSF, Santi Rahmawati membahas tentang strategi untuk mendapatkan keberagaman penulis dan tulisan berkualitas melalui konferensi internasional.
Terakhir adalah Co-founder dan Direktur Global Operation RSF Febrialdy Hendratawan yang membahas tentang penyelenggaraan sebuah konferensi international untuk institusi didalam negeri maupun diluar negeri.
Setiap sesi mendapat sambutan antusias tinggi peserta hingga menumbuhkan keinginan para peserta melakukan kolaborasi bersama. Keinginan tersebut disambut baik RSF dengan membuat kesepakatan bersama.
Acara seminar diakhiri dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara RSF dengan perguruan tinggi maupun Institusi untuk meningkatkan kualitas publikasi di masing-masing kampus dan lembaga mereka. (RO/OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved