Pencemaran Deterjen Jadi Isu Krusial

(Fat/H-1)
01/11/2018 06:50
Pencemaran Deterjen Jadi Isu Krusial
( MI/ BARY FATHAHILAH)

PENGGUNAAN bahan kimia rumah tangga seperti deterjen dan sabun yang berdampak pada polusi nutrisi menjadi salah satu isu paling krusial dibahas pada The Fourth Intergovermental Review Meeting on the Implementation of the Global Programme of Action for the Protection of the Marine Environment from Land Based Activities (IGR-4) di Bali kemarin dan hari ini.

"Menurut saya, yang paling krusial kita diskusikan terkait dengan nutrien. Bagaimana zat-zat kimia, misalnya sabun, yang kita gunakan. Terus dari ternak, pertanian, industri, dan dari tempat pembuangan akhir sampah," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya seusai membuka IGR-4, kemarin.

Menurutnya, polusi nutrisi merupakan salah satu isu besar pencemaran maritim saat ini. Sebagian besar limbah tersebut berasal dari limbah rumah tangga sehingga nutrisi yang terkandung dalam sabun dan deterjen terakumulasi lalu merusak kandungan air.

"Kalau limbah (bahan kimia) masuk ke perairan, akan menimbulkan booming. Booming tumbuh-tumbuhan yang akan membuat fotosintesis rusak, visibility air jadi ketutup. Yang parahnya, itu merusak siklus kehidupan," lanjut Siti.

Kandungan nutrisi yang terlalu tinggi dalam air, ujarnya, memacu meledaknya pertumbuhan tanaman air sehingga menyedot ketersediaan oksigen. Akibatnya ikan atau spesies air yang lain sulit hidup dalam kondisi minim oksigen. Kondisi ini dikenal dengan istilah eutrophication.

Rusaknya siklus kehidupan akibat eutrophication, menurutnya, dalam kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) dan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) merupakan dampak paling buruk.

Sependapat dengan Siti, Direktur Asia Pasifik UN Environment Program (UNEP) Dechen Tsering mengatakan polusi maritim terbesar memang berasal dari aktivitas di darat yang multisektor. Karena itu, pegiat lingkungan harus bersatu memberikan penyadaran untuk meminimalkan aktivitas kehidupan yang berbahaya bagi lingkungan.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya